Polrestabes Surabaya Ungkap Narkoba, 40kg Ganja dan Ribuan Ekstasi

Dibaca: 180 kali
0

Surabaya, Liputan Indonesia — Kepolisian Republik Indonesia semakin gencar dalam melakukan razia pemberantasan jaringan peredaran narkoba, sesuai perintah Kapolri Tito Karnavian.

Dalam kepemimpinan baru Kombes Pol M.Iqbal yang menjadi Kapolrestabes Surabaya, Membuktikan dengan para anggotanya, Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polrestabes, berhasil meringkus pelaku dengan menggagalkan pengiriman 40kg narkoba jenis ganja, yang akan dikirim ke Jombang menuju Surabaya melalui jasa ekspedisi darat. Selasa, (27/12).

Dalam melakukan penangkapan pengedar ganja, Satreskoba Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan dua tersangka kurir yakni EAS (32) warga jl. Sumberboto Ds Mojoduwur dan AD (22) warga Catak Gayam Gg Masjid kec Mojowarno Jombang, Jawa Timur.

Kedua tersangka ini polisi juga berhasil mengamankan dua box paket kiriman ekspedisi berisi ganja kering dengan berat 40,38 kg, uang senilai Rp 70.000, satu buah handphone serta satu buah unit mobil, disaat penyergapan di TKP.

Masih Kepolisian, Tidak hanya mengamankan pengirim atau kurir ganja, Satreskoba Polrestabes Surabaya, juga  berhasil menangkap dua tersangka pengedar narkoba jenis ekstasi yaitu DK (21) warga jl. Kenjeran dan AN (28) warga jl. Kedinding semua pelaku berasal dari Surabaya, dengan barang bukti sebanyak 4.729 butir ekstasi. Kasus ini sangat besar di penghujung tahun 2016.

Disaat Wawancara pers nya, kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal menuturkan, ” Kedua jenis narkoba berjumlah besar ini, berhasil kita amankan beserta oleh anggota saya, dari dua tempat dan dengan modus operandi yang berbeda. ” Tuturnya.

“ Untuk kategori narkotika jenis ganja juga berhasil diamankan di kemasan satu bungkus paket besar yang dikirim melalui ekspedisi, sedangkan untuk narkoba jenis ekstasi juga turut diamankan oleh anggota kami, dengan modus operandi under cover buy. kami tidak akan membiarkan peredaran narkoba, akan kita perangi karena ini sudah merusak generasi muda ” jelas Kapolrestabes.

Baca juga:  Kisruh Futsal, Nurdin Longgari: Wartawan Surabaya Prinsipnya "Walau Bukan Sedarah Tapi Melebihi dari Saudara"

Masih Kapolres, bahwa kedua jenis narkoba tersebut diperoleh oleh dua bandar yang berbeda, saat ini keberadaannya masih mendekam di lembaga pemasyarakatan (lapas), sedangkan untuk ganja diperoleh dari bandar yang mendekam di lapas Jakarta sedangkan ekstasi diperoleh dari bandar yang mendekam di lapas Porong.

Dalam kasus Ini membuktikan bahwa didalam lapas sangat berpotensi akan keberadaan narkoba berjumlah besar, kuat dugaan keterlibatan sejumlah anggota penjaga tahanan (sipir).

“ Dari banyaknya jumlah ini, diduga narkoba memang sengaja, untuk pesta malam pergantian tahun baru, kami akan terus berusaha perang memberantas peredaran narkoba khususnya diwilayah hukum saya.” Tutup M. Iqbal

Tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolrestabes Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. Tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) subsidair pasal 115 ayat (2) jo 132 ayat (1) lebih subsidair pasal 111 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, atau hukuman seumur hidup (mati).

Penulis:(one/isk).

ca-pub-2508178839453084