Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ringkus 8 Penjahat Jalanan Di Surabaya

Dibaca: 144 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Surabaya, Liputan Indonesia – Menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2017, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil meringkus aksi kejahatan jalan yang berada di wilayahnya. Tidak tanggung-tanggung delapan penjahat jalanan yang selalu membekali senjata tajam (sajam) dalam tiap aksinya, berhasil digulungnya. Rabu, (14/12/2016).

Pelaku kejahatan yang pernah membacok seorang ulama di wilayah Sidotopo, Surabaya pada 26 November lalu akhirnya tertangkap saat Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar operasi besar-besaran.

Dari delapan tersangka yang berhasil diamankan saat Operasi Cipta Kondisi digelar, masih kata Takdir, salah satunya adalah tersangka penganiayaan seorang ulama di Sidotopo. “Tersangka Junaidi ini, berdasarkan laporan yang kami terima, beberapa waktu lalu membacok seorang kiai di Sidotopo. Namun tidak sampai meninggal. Hanya mengalami luka-luka parah.” terang Kapolres Tanjung Perak Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, Rabu (14/12).

Beberapa sajam milik para pelaku yang sudah diamankan polisi itu antara lain; sangkur sepanjang 28 sentimeter (cm), sajam jenis taji berbentuk ballpoint 15 cm, pisau lipat, dua buah celurit, pisau penghabisan, dan pisau 30 cm

“Ini adalah hasil Operasi Cipta Kondisi, sekaligus dalam rangka menjelang Hari Natal dan Tahun Baru. Dari hasil operasi selama satu minggu ini, kami berhasil menangkap delapan orang dari 10 LP (laporan polisi),” .

10 LP itu, lanjut dia, merupakan laporan beberapa kasus kejahatan di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak seperti penjambretan, penodongan hingga kasus penganiayaan, yang rata-rata para pelakunya menggunakan sajam untuk melukai korban-korbannya.

“Rata-rata kejahatan jalanan menggunakan sajam seperti pisau penghabisan, celurit dan sebagainya untuk menjalankan aksinya,” imbuh mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya tersebut.

Salah satu tersangka Junaidi yang baru saja tertangkap ini mengaku sakit hati dengan seorang kyai di Sidotopo, kemudian dari situ dirinya melakukan penganiayaan dengan menggunakan Sajam.

Baca juga:  Tarif Penyebrangan Ujung Kamal Naik

Untuk selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan pendalaman kasus dari masing-masing tersangka. Kemudian melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan. (Isk)

ca-pub-2508178839453084