Pimpinan Leasing PT. Andalan Finance Sidoarjo Dilaporkan ke Polisi

0
2524
Foto: Pengacara dan Korban di depan SPKT Polda Jatim, Saat melaporkan Pimpinan Leasing PT. Andalan Finance Sidoarjo.

Liputan Surabaya – Akibat ulah Oknum Pegawai yang melakukan penipuan atas pembayaran angsuran dan aksi preman berkedok Debt Collector yang bekerja sama dengan PT. Andalan Finance Sidoarjo melakukan perampasan mobil di daerah Sampang, Madura. Pimpinan PT. Andalan Finance Sidoarjo dilaporkan ke SEntra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda JATIM oleh krediturnya, Selasa (22/5) siang.

Sebagai korban yang merasa dirugikan dan selaku konsumen kredit Mobil Toyota Avansa New Tahun 2014 bernopol N 1257 DI, dengan atas nama Julianto. Akhirnya Moh. Addan Warga Banyu Urip Kidul, Kecamatan Sawahan, Surabaya saat mendatangi SPKT Polda Jatim juga didampingi Kuasa Hukumnya. Bertujuan melaporkan Jaenul Arifin selaku Pimpinan PT. Andalan Finance Sidoarjo dan Supriyono yang juga Pegawainya. Berdasarkan Laporan Polisi :  LPB/617/V/2018/UM/SPKT POLDA JATIM.

“Kami melaporkan adanya dugaan tindak pidana perampasan yang dilakukan PT. Andalan Finance Sidoarjo,” kata Rutinsih Maherawati, SH, M.Hum selaku Pengacara Moh. Addan.

Untuk menindaklanjuti dari laporan tersebut, Rutinsih berharap petugas Kepolisian agar sesuai dengan Prosedur yang ada. “Untuk tindak lanjut sesuai dengan Prosedur tetap (Protap) dan Prosedur yang ada di dalam KUHap Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1981. Dan menunggu proses lebih lanjut,” ungkapnya di depan SPKT Polda Jatim pada Awak Media.

Baca juga:  Pakde Karwo Terima Penghargaan Khusus Terobosan Alternatif Pembiayaan Negara

Selain itu, Moh. Addan selaku korban juga menambahkan, bahwa PT. Andalan Finance Sidoarjo seakan tidak mempunyai hati nurani untuk mencari solusi terkait masalah pembayaran angsuran yang sebelumnya menunggak.

“Kami niat membayar, tapi ternyata dari pihak PT. Andalan Finance Sidoarjo tidak mau menerima. Intinya kalau sudah melunasi baru mobil bisa diambil. Dan pihak leasing tersebut memberikan waktu paling lama tanggal 9 Mei 2018 untuk melunasi sebesar Rp. 11.997.000. Dan jika dalam waktu tersebut tidak bisa melunasi, Pihak Leasing akan menjual secara sepihak kendaraan tersebut,” ungkap Addan.

Padahal, dalam pembayaran angsuran hanya menunggak 2 bulan. Tapi ternyata, data yang masuk di dalam PT. Andalan Finance Sidoarjo ada tunggakan pembayaran angsuran selama 3 bulan.

“Semua ini akibat dari ulah Supriyono pegawai PT. Andalan Finance Sidoarjo. Yang tidak membayarkan angsuran saya. Sebelumnya saya transfer ke Supriyono lancar tidak ada tunggakan sama sekali. Setelah saya mau membayar soal masalah telat 2 bulan, ternyata menjadi 3 bulan. Dan saya merasa sangat dirugikan, yangk akhirnya mobil saya dirampas karena dianggap sudah telat 3 bulan,” tutup Addan.

Baca juga:  Hitam Putih Kehidupan La Nyalla Mattalitti, Dari Pengusaha Hingga Tukang Becak di Rangkul

Sekadar diketahui, Padahal perilaku Bank Finance (jasa membayarkan kreditur) yang menggunakan jasa preman berkedok debt collector untuk mengambil unit motor atau mobil tidak bisa dibenarkan menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011 serta tindakan itu melawan hukum.

Unit mobil dan motor konsumen atau kreditur wajib di daftarkan ke Fidusia. Menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, Dan satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah adalah juru sita pengadilan dan didampingi kepolisian. Bukan Preman berkedok Debt Collector.

Sedangkan pihak Leasing harus tunduk kepada hukum indonesia, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 Tentang semua perbankan.

Unit motor dan mobil harus mengikuti pendaftaran Fidusia yang mewajibkan leasing mendaftarkan jaminan fidusia paling lambat 30 hari sejak perjanjian kredit ditandatangani. Leasing yang tidak mendaftarkan jaminan tersebut terancam dibekukan usahanya.

Fidusia umumnya dimasukkan dalam perjanjian kredit kendaraan. Sebagai debitur membayar biaya jaminan fidusia tersebut. Tujuannya adalah kendaraan yang dikredit bebas dari penarikan Debt Collector. (21k)

Baca juga:  M. Nanang Ro’is Ingin Membangun Desa Siwalanpanji Bersama Pemuda
Bagikan berita ini

Berita Video

#infolinksbanner_dapatduitonline
hak-jawab-hak-koreksi-hak-tolak-lindo iklan-adsense
#infolinksbanner_dapatduitonline