PERCALOAN MASIH RAME DI SATPAS BANGKALAN MADURA

Dibaca: 158 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

LiputanIndonesia.co.id. Bangkalan – Masih maraknya praktek percaloan pembuatan SIM (Surat Ijin Mengemudi) di Satpas Polres Bangkalan yang berlokasi di Jalan Halim Perdana Kusuma, Bangkalan membuat
sekjen LSM Lasbandra bersuara.

LSM Lasbandra juga mengkritisi kinerja Polres Bangkalan yang dinilai lemah melakukan tindakan tegas kepada para calo SIM yang meraup keuntungan dari masyarakat tersebut.
     
”Saya menilai, Polres Bangkalan memang masih lemah dalam memberikan tindakan kepada para calo yang berkeliaran di Satpas SIM,” ucap Rifai sekjen LSM Lasbandra,  Selasa (4/8).

Dia juga menjelaskan, kepolisian harus memberikan perhatian secara khusus kepada calo yang telah mencederai pelayanan publik.

“Jelas masyarakat yang akan membuat SIM dan perpanjangan SIM merasa terganggu dengan apa yang dilakukan para calo itu,” tegasnya.

Dia juga meminta Kapolres Bangkalan maupun Kasat Lantas segera membersihkan para calo yang berkeliaran di sekitar Satpas SIM Polres Bangkalan tersebut. ”Kenyamanan warga harus diperhatikan. Apalagi pelayanan pembuatan SIM dan perpanjangan SIM itu merupakan pelayanan publik,” cetusnya.
     

Pada saat investigasi, masih menemukan maraknya proses percaloan di Satpas SIM Polres Bangkalan. Masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM C harus membayar Rp 175 ribu, pada saat ditanya mengatakan, ” meminta bantuan ke Pak Slamet karena tidak ada surat keterangan dari dokter, kalau mengurus sendiri lama antrinya”,tuturnya.

Slamet pada saat dikonfirmasi  mengatakan, “orangnya masih ada didalam, saya hanya memberikan ke petugas gudang saja,” katanya.

Kasat Lantas Bangkalan AKP Ridho Tri Putranto pada saat mau dikonfirmasi terkait tarif perpanjangan SIM yang tidak sesuai aturan ternyata tidak ada di tempat.
(Tim)

Baca juga:  IKAMA: PN Surabaya Diduga Terima Upeti, Terkait Eksekusi Lahan Sutorejo Surabaya
ca-pub-2508178839453084