Perbuatan Kejam Polsek Bubutan Surabaya, Hiraukan Himbauan Kapolri Tito Karnavian

Dibaca: 155 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Surabaya, Liputan Indonesia – Penetapan tersangka terhadap Sapto Yudho Nugroho tidak Relevan serta tidak diperkuat dengan alat bukti dan Barang Bukti (BB) yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP,  tanpa adanya saksi yang kuat dalam menentukan status tersangka. Penangkapan ini terkesan arogansi hukum, dan salah tangkap juga sudah melanggar HAM.

Cara cara penangkapan Polsek Bubutan Surabaya masih memakai gaya Orde lama, memaksa mengakui serta menyiksa tersangka (Sapto Peristiawan Yudho Nugroho) dengan adanya penyiksaan, disetrum, pemukulan, dan dipukul palu lututnya serta dipaksa dan disuruh mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya, serta menandatangani sejumlah berkas dibawah tekanan polisi untuk mengakui perbuatan yang tidak dilakukan oleh Sapto. Rabu (28/9/16).

Dengan Dasar tuduhan melakukan penipuan, penggelapan, pemerasan sebagaimana datur dalam Pasal 378 jo Pasal 372 jo Pasal 368 KUHPidana. Hal dimaksud sangat menciderai dan bertentangan jelas dengan Asas Praduga Tidak Bersalah dan Asas Kedudukan yang sama dimuka Hukum karena dalam proses pemeriksaan tidak didampingi oleh kuasa hukum, adalah melanggar hukum.

Bagus Teguh Santoso, SH. MH. CLA selaku Ketua Divisi Hukum LSM Indonesia Sosial Control (ISC) sekaligus kuasa hukum Sapto mengatakan, telah melaporkan permohonan praperadilan terhadap Kepolisian Resort Bubutan ke Pengadilan Negri Surabaya. Terkait kasus peristiwa salah tangkap atas nama Sapto Peristiawan Yudho Nugroho (20) oleh satuan Reskrim Polsek Bubutan dijalan Krembangan tepatnya disamping Gedung DPRD, diduga cacat hukum (salah tangkap), dengan Sprint Laporan Polisi Nomor : LP/B/66/IX/2015/JATIM/RESTABES.SBY/Sek.Bubutan,Tanggal 23/9/2016. Pengiriman surat penangkapan perintah yang kedua dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/87/IX/2015/JATIM/RESTABES.SBY/Sek. Bubutan, tanggal 23/9/2016. setelah dicermati nampak berbeda dari situ terkesan penangkapan Sapto dipaksakan, tidak relevan dan sangat melanggar hukum.

Baca juga:  Niat Jambret Malah Tertangkap Sat Reskrim Polsek Krembangan Surabaya

” Kasus ini bukan main main, jangan sampai citra kepolisian yang dibangun selama ini dengan baik oleh Kapolri Tito Karnavian serta pihak kepolisian seindonesia tercemar dengan segelintir ulah oknum Polsek Bubutan, Saya mewakili Tim kuasa hukum langkah pertama kita memberikan pengaduan masyarakat dan perlindungan hukum yang pertama diajukan kepada presiden, Kapolri, serta Kapolda Jatim untuk meminta perlindungan hukum cilent saya. ” Ungkapnya. (28/9).

Pada saat awal mengingat terjadinya kehilangan sepeda motor itu saudara Sapto berada dirumahnya sesuai dengan informasi keluarga dan sejumlah tetangganya. Menurut info yang didapat Kanit Serse Polsek Bubutan AKP Budi Walujo,SH.,M.Hum sepeda motor tersebut raib pada hari rabu pukul 17:00 wib sore namun fakta yang didapat dari warga sekitar kediaman, saudara Sapto hari rabu pukul 16:00wib sedang berada di gapura kampung dekat rumah bersama beberapa warga dan pukul 17:00 wib sore sampai 19:30 wib saudara Sapto berada di rumah temannya sekampung  dan sekitar pukul 19:31 wib diajak temannya tersebut pergi ke Giant Rajawali.

Dalam penanganan setiap kasus, telah dituangkan dalam analisa yuridis pertama proses dalam menetapkan tersangka itu bertentangan dengan ketentuan yang dimaksud dalam pasal 1 angka 14 jo pasal 1 angka 10 Peraturan Kapolri nomor 14 tahun 2012 pasal 1 angka 10 peraturan Kabareskrim nomor 3 tahun 2014 bahwa tersangka didasarkan dengan adanya bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana terhadap alat bukti permulaan sebagaimana diatur dalam pasal tersebut.

Kuasa Hukum Bagus Teguh Santoso, SH. MH. CLA menuturkan, bahwa hari ini Rabu tanggal 28 September 2016 tim kuasa hukum telah mendaftarkan ke Pengadilan Negri Surabaya dan  mendapatkan permohonan praperadilan dengan register nomor : 46/Praper/2016/PN.Sby. dan dikawal oleh sejumlah media massa demi membantu mengawal penegakkan hukum di indonesia, supaya Polri yang dibangun oleh Pejuang Polri nama baiknya tidak buruk, perbuatan polsek Bubutan Surabaya bertolak belakang dengan Himbauan Kapolri Tito Karnavian ” Polisi harus bersama masyarakat dan mengayomi dengan sungguh sungguh sepenuh hati, agar perilaku polisi sesuai dengan Sumpah TRI BRATA.

Baca juga:  Kronologi Penangkapan Fuad Amin Oleh KPK

” Semua surat tembusan sudah kita kirim diberbagai instansi terkait, tinggal menunggu saja waktunya, biarkan proses hukum tetap berjalan sesuai prosedural. Kami bersama sama dengan LSM ISC tetap akan mengambil tindakan tegas, sebab negara kita merupakan negara hukum dan tidak perlu arogansi dalam menegakkan supremasi hukum ” Imbuhnya. (red/one)

ca-pub-2508178839453084