Pengerjaan Drainase terhenti, Warga protes ke lurah dan Kecamatan

Dibaca: 1103 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Warga Sidotopo Surabaya Protes Pembangunan Drainase berhenti total

LiputanIndonesia.co.id, Surabaya — Warga Protes di Jl Sidotopo Kidul RW IV, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Pengerjaan drainase (saluran air) terhenti.dan melaporkan kepada Lurah Sidotopo Agus Suprayitno dan Camat Semampir Siti Hindun Robba, karena tidak ada kejelasan dari pihak pelaksana proyek atau pihak pemerintah kota terkait pembangunan drainase dikawasan Sidotopo Kidul mengingat warga takut banjir saat musim hujan datang. Rabu 18/11/2014.

Pengerjaan yang dimulai sejak enam bulan lalu itu ibarat ‘jalan di tempat’. Ironisnya, pengerjaan itu dibiarkan begitu saja tanpa kejelasan yang pasti. hasil wawancara kepada salah satu warga, ” Penghentian pengerjaan saluran air itu karena ada sebagian warga yang menyalahkan kinerja pengembang proyek itu. Pasalnya, saat itu berbenturan dengan rumah milik warga setempat. Padahal pemasangan saluran itu tidak boleh dibengkokkan, tapi harus diluruskan, Karena jika saluran dibelokkan, maka air akan meluap, dan banjir” ungkap warga.

Pak RT 10 sedang menunjuk daerah yang harus dibongkar oleh pekerja proyek itu tanpa melanggar peta lokasi bangunan

Saat ini warga sangat kesal akan kesimpang siuran informasi yang diterima oleh pihak pengembang proyek, Lurah,Camat, serta PT. KAI. akibatnya warga RT 10, RW 4 langsung mendatangi kantor Lurah Sidotopo dan meminta kejelasan perihal bangunan saluran air di kawasan itu, setelah di mediasi oleh Pak Lurah ( Agus Prayitno ) warga RT 10, RW 4 diajak berunding untuk mengadakan Rapat ke Kantor Kecamatan Semampir Surabaya.

Sesampainya di Kantor Kecamatan Semampir langsung diadakan Rapat mendadak yang mempertemukan antara Warga dan RT 10, PJKA, Pemilik rumah yang diduga tidak mau di bongkar, serta di mediasi oleh Lurah Sidotopo dan Camat Semampir.

Baca juga:  Pengguna Jalan Di Tipu Oknum Polisi Polda " AIPTU R.A " Dengan Modus Tawarkan Barang

Adapun’ hasil rapat yang diadakan di kantor kecamatan itu tidak membuahkan hasil dan terkesan PJKA membela pemilik rumah yang tidak mau dibongkar, karena dengan dasar pemilik rumah tersebut menyewa ke PJKA dan dibenarkan oleh PJKA dengan perkataan salah satu perwakilan PJKA yaitu bapak Slamet yang telah menerima uang sewa dari warga yang tidak mau di bongkar rumahnya itu.

Akan tetapi pihak warga dan ketua RT 10 beserta Lurah Sidotopo dan Kecamatan Semampir  telah meminta menunjukkan tanda bukti pembayaran sewa antara pemilik rumah dan Perwakilan PJKA Bpk Slamet beliau tidak bisa memberikan Bukti Kwitansi atau bukti pembayaran sewa yang sah, dan setelah di klarifikasi Ibu Siti Hindun Camat ke PJKA Pusat tidak ada dana masuk terkait persewaan tanah warga di kawasan itu dan tidak ada pembayaran apapun ke pihak PJKA.

Pihak terkait Camat Semampir Siti Hindun Robba Humaidiyah mengatakan hasil pertemuan yang dilakukan warga RT 10 dengan pihak Lurah dan kecamatan, untuk permasalahan ini akan ditindak lanjuti kepada pihak pemkot Surabaya Pusat.(Marhabi/anwar).

ca-pub-2508178839453084