Pengacara Kanjeng Dimas T.P, Terancam Sangsi Kode Etik Profesi | Liputan Indonesia
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Pengacara Kanjeng Dimas T.P, Terancam Sangsi Kode Etik Profesi

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Surabaya, Liputan Indonesia – Setelah kasus penangkapan salah satu kuasa hukum tersangka  Kanjeng Dimas Taat Pribadi yaitu Andi Faisal (36) warga Pasuruan yang ditangkap  saat berpesta sabu dihotel Santika Surabaya oleh pihak Satreskoba Polrestabes jadi buah bibir seprofesi sebagai pengacara khususnya di Surabaya.

Wawancara Terpisah, Bagus Teguh Santoso SH. MH. CLA Pengacara mengatakan, ” Bilamana pengacara selaku orang yang paham hukum dan melakukan perihal pelanggaran hukum, kemungkinan akan dikenai sangsi kode etik profesi, Namun di kroscek terlebih dahulu kepastian proses hukumnya dan kejelasannya ” Tuturnya.

Dari hasil temuan dilapangan tersangka Andi Faisal  saat ditangkap sedang berpesta sabu di kamar hotel bersama teman berinisial AA (30) warga Makassar, ternyata  berkedapatan memiliki dan membawa senjata jenis air gun pada saat penangkapan,  Hal ini di dibenarkan oleh langsung oleh Kasat Narkoba AKBP Dony Adityawarman melalui selulernya.

“Memang benar saudara Andi, salah satu pengacara dari tersangka Kanjeng Dimas Taat Pribadi, tertangkap oleh anggota kami saat sedang berpesta sabu dan juga berkedapatan memiliki dan membawa senjata jenis Air Gun,” Terang Dony.

Ditambahkan oleh Dony, saudara Andi ditangkap seusai mendampingi tersangka Dimas Kanjeng menjalani pemeriksaan di Polda Jatim, seusai mendampingi istri Dimas Kanjeng diperiksa. Begitu pulang, dia mampir di sebuah hotel dan berpesta sabu bersama rekannya yang diketahui adiknya.

” Kita akan kembangkan dari mana asal mula sabu tersebut diperoleh, namun dari penangkapan tersebut telah diamankan barang bukti antara lain sabu-sabu seberat 1,18 gram, tujuh unit telepon seluler, seperangkat alat hisap atau bong dan senjata jenis Air Gun pada saat penangkapan. Sedangkan untuk pasal yang dijeratkan yaitu Pasal 112 UU No. 35 tahun 2009 tentang Psikotropika dengan pidana minimal 4 tahun penjara ditambah dengan UU Darurat No. 12 th 51 pasal kepemilikan senjata dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara (red/one).

Iklan anda , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Iklan Anda, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close