Pemukulan siswa SDN Klurak Candi Sidoarjo, diprotes wali murid

SIDOARJO  –  Arogansi guru kepada murid kembali terjadi didalam pendidikan, masih adanya pemukulan yang terjadi kepada anak didik. Seperti kasus dugaan pemukulan oknum guru SDN Klurak, Candi, Sidoarjo terhadap muridnya.

Berawal dari kejadian Sabtu, 16/9/17, 10.00 WIB di SDN Klurak, Candi. Saat wartawan dilapangan mendapatkan informasi dari penyidik dan pulbaket adanya penganiayaan anak sekolah  Kelas 3  (Tiga) yang dilakukan oleh Sutrisno (50) , Guru Olahraga warga Perum Taman Candi, Ngampelsari, Sidoarjo. Selasa, (19/9/17).

Awalnya, Jumat sekitar 07:00 WIB para murid melaksanakan kegiatan olahraga di halaman sekolah dan beberapa anak masuk kelas yaitu, Mella, Natzania, Afa, Aldo, Tery Anuar, Zidan, Reno, Rizky, Bintang, Rehan dan Kristian.

Menurut keterangan salah satu orang tua korban dugaan pemukulan mengatakan, ” Berawal dari Sutrisno (Guru Olah Raga) mengetahui dan masuk kedalam kelas marah – marah menanyakan kenapa gak ikut senam (Olah raga) sambil mengatakan “Jancuk “ dan mukuli meja, akibatnya vas bunga pecah, juga sambil melakukan penamparan ke muka dan kepala siswa bahkan melakukan pemukulan di pelipis murid bernama Reno, akibatnya mengalami luka kena Akik. ” Ujar salah satu wali murid Reno.

Baca:  Dispendik Sidoarjo diduga tidak tegas, bakal didemo wartawan

Dengan adanya kejadian tersebut wali murid tidak terima dan langsung mendatangi serta melaporkan kepada Suyadi selaku kepala sekolah SD Klurak dan Mulyono Ka UPT  Pendidikan, Candi. Dengan maksud menuntut guru olahraga Sutrisno supaya dipecat atau dikeluarkan sebagai Guru.

Dalam rapat kesepakatan, Senin, 07.00 WIB Di Kantor KUPT Pendidikan dan kebudayaan, Candi melakukan pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan melibatkan wali murid serta mendatangkan kepala sekolah.

Juga hadir dalam mediasi itu pihak kepolisian Iptu Isbahar Buamona Kanit Reskrim Polsek Candi saat dikonfirmasi Media Senin (18/9) mengatakan,’’ Mengenai kasus pemukulan, kejadian ini pihak keluarga khususnya orang tua korban, Kepala sekolah, dan guru yang bersangkutan sudah dipertemukan serta dimediasi.” Ucapnya.

Iptu Isbahar Buamona Kanit Reskrim Polsek Candi menambahkan ” Dari hasil pertemuan yang dilakukan di kantor Ka UPT pendidikan Candi mendapatkan kesepakatan bahwa wali murid tidak akan melaporkan hal ini ke kepolisian asalkan tindakan tegas berupa pemindahan, guru tersebut dipindahkan dari SDN Klurak, dan tidak mengajar lagi disitu ” Jelas Isbahar kemarin.

Baca:  Pimpin HUT Jatim, Mendagri Puji Kepemimpinan Pakde Karwo

Waktu terpisah, Mulyono Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Sidoarjo, saat dikonfirmasi wartawan Senin (18/9) mengatakan,’’ Kita akan menindak lanjuti kalau sudah ada laporan dari kepala sekolah dulu. Saya mengetahui berita seperti itu berdasar laporan resmi untuk menindak lanjuti sebagai dasar resminya sampai dimana penyimpangan – penyimpangan itu. Dan akan kita tindak tegas mas” Tutup Mulyono. (Jun/lut).

Bagikan berita ini

Hak Jawab / Hak Koreksi:
Via Email:
Redaksi@LiputanIndonesia.co.id
Newsliputanindonesia@gmail.com
Baca Lainnya