Pemprov: Banjir di Sampang membesar, Dinsos Tambah Jumlah ” DU “

Dibaca: 194 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Sampang,  Liputanindonesia.Co.id – Dinas Sosial  (Dinsos) Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur akhirnya menambah  Jumlah Dapur Umum (DU) sebagai tempat kegiatan memasak untuk pendistribusian nasi bungkus ke warga terdampak banjir yang tersebar di beberapa titik rawan banjir. Pada saat banjir yang berlangsung 4 hari yang lalu, tepatnya mulai hari Rabu (1/2) hingga hari Sabtu (4/2), jumlah DU hanya  7 (tujuh). Tapi hari ini ada penambahan.

Kepala Dinsos Sampang, Drs. Aminuddin menjelaskan, penambahan DU dilakukan karena ketinggian air yang meningkat, dibandingkan banjir sebelumnya. Yang otomatis jumlah korban terdampak makin banyak akibat semakin meluasnya area genangan air. Kamis, (9/2).

” Untuk DU kita adakan penambahan. Yang semula 7 titik, kini bertambah 13 titik. Hal itu dilakukan karena jumlah korban terdampak dan  area wilayah genangan banjir semakin bertambah luas” jelasnya.

Ketika ditanya jumlah nasi bungkus yang terdistribusi dari masing-masing DU dan mangkraknya mobil DU, dirinya mengarahkan ke bagian teknis. Karena bagian teknis yang bisa menjelaskan.

“Silahkan tanya ke bagian teknis aja. Mereka yang bisa menjelaskan secara rinci. Untuk mobil DU memang tidak saya operasionalkan. Hanya saja, alat-alat peralatan memasak kita pakai yang ada di mobil DU itu” tegasnya.

Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial melalui kepala Seksi Penanggulangan Korban Bencana Alam dan Sosial Sampang, Drs. Syamsul Arifin atau biasa dipanggil Arip ini menjelaskan, di masing-masing DU di sediakan 4 karung beras. 1 karung beras, bisa menghasilkan 250 nasi bungkus.

“Per DU kita siapkan 4 karung beras. Perkarung akan menghasilkan 250 nasi bungkus. Jadi kalau ditotal semua, akan ada 1000 nasi bungkus per DU yang siap di distribusikan hari ini” jelasnya.

Baca juga:  Olah TKP Dan Police Line Nihil, Terkait Pembunuhan Di Diskotik Stasiun TOP 10

Ketika ditanya berapa kali pendistribusian dalam satu hari, arip mengatakan, ada 2 kali pendistribusian dalam satu hari.

“Per DU dilakukan pendistribusian sebanyak 2 kali. Jadi dalam 1 hari, ada 2000 nasi bungkus yang akan di distribusikan ke korban banjir. Namun semua itu tergantung kekuatan dan kemampuan DU dalam memasak dan pendistribusiannya” jelasnya.

Di tempat terpisah, Nurul Zainab (43 thn) mengeluhkan pendistribusian nasi bungkus yang tidak merata. Dia dan keluarganya merasa kesulitan untuk mengambil nasi bungkus yang dititipkan di rumah ketua RT setempat.

“Saya tidak bisa mengambil bantuan nasi bungkus yang dititipkan di ruamh pak RT. Karena takut dan medan yang sulit. Saya harap pemerintah bisa memperhatikan nasib kita” ungkap Ibu 2 orang ini yang tinggal di Jalan Imam Bonjol Gang 1, kelurahan Dalpenang, kec. Sampang, kab. Sampang.

Perlu diketahui, 13 DU yang didirikan itu berada di daerah : Jl. Semeru, Masjid Darus Salam (Setinggil), Jl. Suhadak, Kajuk, Jl. Imam bonjol, Kelurahan Gunung sekar, PMI, Desa Kamuning, Desa Pasean, Desa panggung, Desa Tanggumong, Jl. Payudan, dan kelurahan Rongtengah.

Penulis : (Rif/mdr)
Editor : (one)

ca-pub-2508178839453084