Pemkot Surabaya diduga terima uang, Jayanata berani hancurkan ikon sejarah kota pahlawan

0
4272
Foto: Aksi KBRS menghentikan penghancuran dan pembangunan Ikon Sejarah Kota Pahlawan, yaitu Rumah Radio Bung Tomo.

Surabaya – Tidak tegasnya pemerintah kota (Pemkot) Surabaya dalam mempertahankan sejarah dan ikon kota pahlawan, membuat pihak Jayanata berani serta semaunya sendiri dan tidak peduli dengan nilai sejarah kota pahlawan, sehingga menghancurkan rumah sejarah perjuangan radio Bung Tomo di Jalan Mawar No. 10. Surabaya.

Namun dalam proses hukum yang belum selesai pihak Jayanata tengah melakukan pembangunan berupa pemasangan pancang. Dalam hal ini pihak KBRS  melakukan perlawanan dan memberhentikan pembangunan itu. Dalam aksi perlawanan ini dilakukan oleh para aktivis arek – arek Suroboyo  disebut Komunitas Bambu Runcing Surabaya (KBRS), Jumat (26/1/18).

Pasalnya, pihak Jayanata telah menyalahi aturan hukum untuk tetap nekat mendirikan bangunan yang berada di Jalan Mawar No. 10 sebelum mendapatkan penetapan dari Pengadilan Negeri Surabaya secara sah.

Okky Suryatama selaku kuasa hukum dari para aktivis KBRS mengatakan, tanah yang berada di Jalan Mawar No. 10 masih dalam proses di Pengadilan Negeri Surabaya.

“Saya mewakili KBRS telah melakukan gugatan class action di Pengadilan Negeri Surabaya dengan nomer register : 735/Pdt.G/2017/PN.Sby Tertanggal 19/9/2017. Bahwa bangunan yang berdiri diatas Jalan Mawar No. 10 masih dalam sengketa dan proses,” katanya pada Liputan Indonesia saat didepan Rumah sejarah perjuangan radio Bung Tomo.

Baca juga:  Hak Jawab Pemkot Surabaya, Terkait Pemberitaan

Ditempat yang sama, salah satu aktivis KBRS Wawan Kemplo juga menegaskan akan terus melawan kedzoliman Jayanata yang semena – mena untuk tetap nekat membangun, dan terus memperjuangkan rumah sejarah tersebut. “Arek – arek Suroboyo tak akan pernah mundur untuk memperjuangkan rumah sejarah ini untuk kembali menjadi rumah sejarah kembali,” tegasnya.

Selain itu, lanjut wawan kemplo, jika rumah ini nanti bisa berguna menjadi pelajaran generasi bangsa selanjutnya untuk mengerti perjuangan arek – arek Suroboyo saat melakukan perlawanan terhadap penjajah saat perang kemerdekaan.

“Jika pihak Jayanata tetap melakukan pembangunan di Jalan Mawar No. 10 dengan caranya sendiri tanpa mengikuti aturan hukum yang berlaku, kami KBRS mewakili rakyat Surabaya juga punya cara sendiri untuk menghentikanya.” pungkas Wawan Kemplo. (21K)

Bagikan berita ini

Berita Video

#infolinksbanner_dapatduitonline
hak-jawab-hak-koreksi-hak-tolak-lindo iklan-adsense
#infolinksbanner_dapatduitonline