Pemkot Surabaya Di Demo MPN, Terkait Pelecehan Profesi Wartawan

LiputanIndonesia.co.id | Surabaya – Majelis Persatuan Nasional (MPN) kembali memperjuangkan hak wartawan dengan membela anggota wartawan yang diduga M. Fikser selaku Kabag Humas Pemerintah Kota Surabaya menghina, mengintimidasi dan mengintervensi hak sebagai jurnalis Indonesia.

Dalam hal ini Udin Sakera selaku Koordinator Lapangan ( Koorlap ) MPN meminta pertanggung jawaban ucapannya M. Fikser Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya yang menghina profesi wartawan, agar dicopot dari jabatannya, serta meminta maaf terbuka secara tertulis di media koran.

” Kami Majelis Pers Nasional (MPN) meminta Walikota Surabaya Tri Rismaharini agar mencopot jabatan M. Fikser sebagai Kabag Humas Pemkot Surabaya, karena dinilai tidak punya etika, tidak bijaksana, bahkan menghina para profesi wartawan atau media yang tidak tergabung dalam Dewan Pers. Dewan pers bukan dewa, mereka para pejabat yang korupsi berlindung dalam Dewan Pers ” Ujarnya.

Kabag Humas Pemkot Surabaya terancam akan di laporkan ke polisi terkait pelecehan profesi. Undang Undang Pers disebutkan dalam nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers pasal 9 ayat(1) setiap warga negara indonesia dan negara berhak mendirikan persahaan pers dan berbadan hukum indonesia, kiranya pasal 9 karena dinilai M. Fikser Kabag Humas Pemkot Surabaya telah melanggar dan melakukan penghinaan terhadap warga masyarakat selaku kontrol sosial.

Baca:  Pihak SBY Jelaskan Soal Mobil Kepresidenan Akan Dikembalikan

Hal ini juga disampaikan oleh Staff MPN Yus Kisworo ” M. Fikser Kabag Humas akan saya laporkan ke polisi terkait penghinaan kepada hal seseorang sebagai masyarakat dan menghina profesi wartawan” katanya.

Pemkot Surabaya tebang pilih dan terindikasi mengkebiri hak wartawan yang ingin mencari informasi berita, bahkan terkesan melindungi oknum – oknum camat ataupun pejabat Pemkot yang korupsi.

Wartawan yang tergabung dalam Majelis Pers Nasional berunjuk rasa didepan kantor Pemkot akhirnya diterima dan dimediasi oleh pihak Pemkot Surabaya, guna menyampaikan keluhan – keluhan Wartawan yanh selama ini terjadi. (amr).

Bagikan berita ini

Baca Lainnya