Pemkot Surabaya dan PD Pasar Dinilai Tidak Becus Menata Pedagang Unggas

0
649

Surabaya – Komisi A DPRD Kota Surabaya kembali menggelar rapat dengar (Hearing) dengan para pedagang unggas Pasar Keputran dan pihak terkait. Dalam hearing kali ini membahas soal pemindahan lokasi pemotongan unggas di Keputran pindah ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Ketua Komisi A, Herlina Harsono Njoto menjelaskan, sebelum adanya pemindahan pedagang, ia menyarankan agar para pedagang diperbolehkan dulu untuk memotong unggas di Pasar Keputran hingga proses revitalisasi di RPH selesai agar para pedagang dapat melakukan aktivitasnya seperti biasa.

“PD Pasar dan pemerintah kota (Pemkot) Surabaya tidak bijaksana, warganya butuh makan kasih solusi, selama pemerintah belum melakukan revitalisasi RPH ya biarkan saja pedagang berjualan dulu disana.” Jelas Herlina di Gedung DPRD, Jalan Yos Sudarso Surabaya. Rabu, (31/10/2018).

Ia juga menyebutkan pihak PD Pasar Surya untuk tidak boleh tebang pilih dalam merelokasi para pedagang agar tak hanya pemotongan unggas yang ada di Keputran saja yang dipindahkan, tapi juga seluruh pemotongan hewan yang ada di Surabaya.

Baca juga:  Inilah 6 Tulisan Tangan, Cerminkan Kepribadian Anda

“Kalau memang mau menata pasar se Surabaya ya harus disesuaikan, jangan cuma Pasar Keputran Selatan, tapi seluruh yang ada di Surabaya,” jelasnya.

Hearing ini dihadiri perwakilan PD Pasar Surya, Dinas Cipta Karya LH, Satpol PP, Dirut jasa dan niaga RPH serta pedagang unggas pasar Keputran.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang, Chalid Bukhori juga mengatakan opsi yang ditawarkan pemkot adalah dengan memperbolehkan pedagang unggas untuk berjualan, namun dilarang untuk melakukan pemotongan unggas.

“Sedangkan untuk pemotongan unggas bisa diarahkan ke rumah potong hewan (RPH) di Kedurus atau Pegirian,” katanya.

Sedangkan Ferial Java sebagai Direktur Jasa dan Niaga RPH menambahkan, untuk pemotongan unggas pihaknya akan menyiapkan lahan, yaitu di RPH Pegirian, bukan yang di Kedurus karena tidak memungkinkan disana karena suatu hal dan IPAL juga tidak memadai walaupun lahan lebih luas. Namun RPH Pegirian bisa menampung untuk pemotongan hewan unggas, tapi kendala sarana dan prasarana belum terealisasi.

Baca juga:  Jelang 2018, Pakde Karwo Optimis Ekonomi Jatim tumbuh 5,6 Persen

Menanggapi hal itu salah satu pedagang unggas mengatakan, akan menerima keputusan dari pemkot, tapi juga menginginkan agar seluruh pedagang unggas di Surabaya juga melakukan pemotongan hewan di RPH. “Kalau bisa seluruh pedagang unggas di pasar se kota Surabaya juga sama diberlakukan seperti itu,” ucapnya.

Sementara, Selaku koordinator pedagang unggas Cak Hafidz yang lebih dikenal Abunawas menambahkan, ” PD Pasar dan Pemkot Surabaya ini gak becus mengatur pasar dan pedagang unggas serta belum siap dalam menata Kota dan Pasar, tapi anehnya kok main gusur saja, tidak memikirkan dampak negatifnya, mereka ini juga warga Surabaya. Seharusnya Walikota lebih bijak dalam memerintahkan bawahannya yang ngawur ngawur itu, apalagi ini memasuki tahun politik 2019 harus kondusif Surabaya ini, menjaga jangan ada konflik. Ini semua yang salah Walikota nya.” Tutup Abunawas selaku Koordinator Pedagang Unggas Surabaya.(awr/red)

Bagikan berita ini

Berita Video

#infolinksbanner_dapatduitonline
hak-jawab-hak-koreksi-hak-tolak-lindo iklan-adsense
#infolinksbanner_dapatduitonline