Pedagang Meninggal Dunia Akibat Arogansi Preman Pasar Sememi Benowo

0
Dibaca: 13985 Kali

Pedagang Meninggal Dunia Akibat Arogansi Preman Pasar Sememi BenowoSurabaya, LiputanIndonesia.co.id – Kasus Stand Pasar Bandarejo, Sememi, Benowo dalam Pengerusakan dengan kekerasan fisik maupun non fisik yang menimbulkan Trauma bagi pedagang dan mengakibatkan meninggalnya salah seorang pedagang di pasar itu. Pedagang yang meninggal dunia diketahui bernama H. M. Ayis, Sedangkan Otak Pelaku dalam Aksi Brutal itu patut diduga bernama Chakim Cs, Senin 27 Maret 2017.

Dalam kejadian pasar ini telah menjadikan salah seorang pedagang Trauma dan pedagang Ketakutan, Karena pihak Preman Mafia Chakim Cs melakukan pengerusakan dengan kekerasan secara bersama – sama dipasar Bandarejo, Sememi, Benowo. Salah satunya korban H. M. Ayis beralamat di Bandarejo, Sememi, Benowo, Waktu meninggal dunianya pun terjadi pada hari Kamis 23 maret 2017 sekitar pukul 07.30 wib. Korban Sebelum meninggal masuk di rumah sakit menur karena mengalami gangguan jiwa akibat Permasalahan Pasar, Kurang lebih sekitar 5 hari dirawat dan terus meninggal dunia di RS Menur.

Salah seorang anak korban menjelaskan, ” Bapak ku yang di mintai uang kurang lebih habis 100 juta rupiah dengan alasan buat kondisikan stand nya. Namun ternyata stand itu gak ada titik temu hingga sekarang, Abdul Chakim itu sebagai Ketua Paguyupan Pasar Bandarejo, Sememi, Benowo yang meminta uang kepada korban almarhum H. M. Ayis. ” Tutur anak korban Senin 27 Maret 2017.

Baca juga:  Gubernur Jatim Instruksikan Padamkan Listrik Selama Satu Jam

Perwakilan dari LSM saat ditemui awak media menyampaikan, Bahwa dalam Kasus Pasar Bandarejo, Sememi, Benowo sampai ada yang meninggal dunia mas. Terkait pasar itu dalam pengerusakan dengan kekerasan fisik maupun non fisik pasar, Tindakan premanisme pasar itu sangat meresahkan masyarakat. ” Tutur Supeno anggota LSM.

” Saya selaku perwakilan pedagang berharap, Kapolrestabes bisa menindak tegas pelaku Premanisme Mafia di pasar Bandarejo, Sememi, Benowo. Apa lagi mafia pasar bilang dengan sangat Arogannya mengatakan ‘JANGANKAN POLSEK DAN POLRESTABES SURABAYA, POLDA JATIM SAJA GAK BISA PROSES SAYA’ ,” Kata Supeno saat menirukan omongan Chakim Cs itu.

Namun, Kalau dilihat dari tingkat penyelidikan maupun Penyidikan memang patut diduga ada Main Mata antara Polsek Benowo, Pemkot dan Preman Mafia Pasar Bandarejo, Sememi, Benowo itu. Info itu kita peroleh dari pandangan warga yang berdagang dipasar itu, Pungkasnya.

Waktu terpisah, Perwakilan pedagang saat ditemui awak media mengatakan, Kasus Pasar sudah jelas dan terbukti dilakukan oleh Preman Mafia Pasar Bandarejo, Sememi, Benowo yang dimana telah melakukan pengerusakan dengan kekerasan di Pasar Swadaya yang merupakan Tanah BTKD yang di bangun pertama kali dulu oleh RW 01 sama RW 05.

Baca juga:  KBRS Gugat Walikota Surabaya dan Jayanata

Lanjutnya, ” Anehnya kok gak bisa di proses oleh Kepolisian selaku Penegak Hukum, Ungkap perwakilan saksi mata pedagang yang menempati Stand Pasar Bandarejo, Sememi, Benowo. ” Tutupnya.

Pentingnya pengawasan KHUSUS dari berbagai pihak seperti Pemkot, Kepolisian dan Instansi terkait, Seyogyanya lebih Netral dan tidak tebang pilih dalam melaksanakan tugas di lapangan. Terlebih lagi kejadian ini telah menelan korban jiwa yang disebabkan Trauma akibat masih adanya Premanisme atau Mafia Pasar yang melakukan intervensi kepada para pedagang, Hingga menyebabkan salah satu pedagang meninggal dunia. (one/TimKT).