Pantai wisata apa pantai “MESUM”?

Dibaca: 184 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

LiputanIndonesia.co.id. Surabaya – Hari libur seperti sekarang ini, tempat wisata Kenjeran Park (Kenpark) milik Soetiadji Yudho itu dipastikan dikunjungi banyak orang. Namun, bukannya menikmati keindahan pantai di pesisir timur Surabaya itu. Kebanyakan mereka justru menikmati wisata mesumnya. Lihat saja dua hotel di area Kenpark ini, setiap Sabtu dan Minggu dijubeli pasangan mesum.

Bahkan, mereka rela antre untuk check in. Sementara di luar hotel, sejumlah pasangan muda-mudi asik peluk cium meski di tempat terbuka. Pemandangan sama juga terlihat di hotel-hotel di luar wisata Kenpark, yang dipenuhi pasangan laki-laki dan perempuan yang diduga kuat belum menikah. Wajar saja jika kemudian Kenjeran dicap sebagai tempat wisata prostitusi.

Sebuah Motel di dalam Kenpark bertarif Rp 40 ribu – Rp 55 ribu, selalu terlihat adanya pasangan pria dan wanita yang keluar masuk. Bisa ditebak, pasangan yang check in di sana, ingin menuntaskan hasrat mereka. Roy (nama samaran), 45 tahun, seorang pedagang yang berjualan di area Kenpark mengaku tidak heran lagi dengan pemandangan itu. Hotel yang kamarnya mirip di lokalisasi Dolly itu, disebut Roy, memang biasa jadi tempat mesum. “Ada hotel itu kan sama saja menyediakan pengunjung untuk mesum. Coba kalau nggak ada hotelnya, nggak sampai seperti sekarang,” ujar pria dua anak ini saat ditemui wartawan.

Ia juga menyayangkan Pemkot Surabaya, mengapa hotel yang jelas-jelas dibuat untuk mesum dibiarkan saja. Kok tidak ditutup. Apalagi hotel tersebut sering di grebek oleh petugas kepolisian serta mengamankan pasangan mesum itu sudah jelas-jelas kenjeran Kenpark tempat mesum.

“Pemkot Surabaya beraninya ama pedagang saja yang sudah jelas-jelas mencari uang halal. Lihat tuh Bu Risma hotel yang setiap hari mendapatkan uang lendir mana keberanian kamu,” tegas Roy.

Baca juga:  Habib Syech Abdul Qodir Assegaf ( Sholawat )
ca-pub-2508178839453084