Pakde Karwo: Gubernur Jatim Bantah Berikan Steatment Di Medsos

Dibaca: 183 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Jatim, Liputan Indonesia – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo membantah dirinya memberikan statement di media sosial (medsos) yang mana isuu tersebut membela FPI dan menghadang PDIP. Menurutnya, itu bukan tipikal dan pemerintahannya.

Menurutnya, sebagai Gubernur dan  Ketua Partai Demokrat Jatim, dirinya mengharapkan jangan sampai dua kelompok ini berkonflik di Jawa Timur.

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim menuturkan dalam wawancara exclusif, ” Saya mengambil jalan tengah, sehingga Jawa Timur tetap aman dan nyaman, terkendali. jangan sampai kedua kubu FPI dan PDIP konflik. Saya selaku Gubernur dan Pribadi netral gak ada kepemihakan dikedua belah pihak” Tuturnya diruang dinanya.

Lanjutnya, segala sesuatu diputuskan seharusnya secara musyawarah dan mufakat, agar masyarakat yang lain tidak menjadi korban, seperti menimbulkan kemacetan jalan, huru hara nantinya bisa tambah keruh. ” Tambah Pakde Karwo.

Statemen Gubernur yang sekaligus Ketua Partai Demokrat ini tentu saja menjawab pernyataan seorang netizen disebuah media sosial. Seorang ber-account Siti Yuni memposting statement Pakde Karwo yang berbunyi di statusnya ” Partai Demokrat siap membela FPI dan umat Islam jika PDIP berbuat macam-macam. PDIP jangan Berbuat Rusuh di Jawa Timur.” Isi status Medsos akun Siti Yuni.

Dengan adanya status steatment Siti Yuni di medsos, langsung mendapat respon dari Gubernur. Yang tentu tidak dapat diterima serta mengklarifikasi adanya steatment seperti itu.

Diakhir wawancara Gubernur berpesan kepada pemilik akun Siti Yuni dan para masyarakat lainnya ” Agar lebih berhati hati dengan tulisan yang mengatasnamakan orang lain, supaya tidak menambah percikan konflik di Indonesia tercinta ini. Bilamana orang yang bersangkutan (korban yang di adu domba) tidak terima bisa berbuntut pidana loh. ” Tutup Pakde Karwo.

Baca juga:  Permohonan Elly Lasut Ditolak Bawaslu

Tempat berbeda, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Prov. Jatim Drs. Benny Sampir Wanto, MSi. Menambahkan, ” Seyogyanya masyarakat yang sering bermain media sosial supaya lebih bijaksana dan jangan mengadu domba, apalagi korbannya Gubernur Jawa Timur. Kalau dituntut gimana? Kan kasian kalau sampai dipenjara hanya lantaran tulisan di medsos.” Tambah Benny.

Penulis: (one)
Editor: (red)

ca-pub-2508178839453084