Olah TKP Dan Police Line Nihil, Terkait Pembunuhan Di Diskotik Stasiun TOP 10

Dibaca: 1121 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

 DISKOTIK STASIUN TOP 10 INTERVENSI KASUS PEMBUNUHAN “

Surabaya, Liputan Indonesia – Di Hall Diskotik Stasiun Top 10 dilantai 6 Komplek Tunjungan Plasa Jl. Basuki Rahmat, Surabaya terjadi pembunuhan Senin, 30/1/17. Mustofa (24) warga jl.Sidodadi tewas dengan dua luka tikaman dada dan perut. Sedangkan Tersangka Chalid Al Gasy langsung menyerahkan diri ke Polsek Tegalsari Surabaya.

Kasus pembunuhan yang terjadi di hall diskotik station TOP TEN surabaya nampaknya mengundang tanda tanya. Pasalnya, kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pemuda bernama Chalid Al Gazy masih dalam proses penyelidikan Polsek Tegalsari. Kasus ini terkesan ada campur tangan dari pihak Pengelola Diskotik Station TOP 10, Saat tim wartawan mendatangi TKP, tidak adanya Olah TKP dan tidak ada Police Line guna penyidikan lebih lanjut. Siskotik TOP 10 buka seperti biasa. Senin, (6/2/17).

Dalam wawancara via Whats Apps di Handphone Harianto selaku manajer Diskotik 10 yang tidak dibalas, kuat dugaan adanya campur tangan pihak pengelola discotik dalam kasus pembunuhan ini terlihat tidak adanya POLICE LINE di TKP pembunuhan. Malahan saat tim wartawan bertandang ke TKP pihak discotik masih melakukan kegiatan membuka diskotik terebut seolah-olah tidak terjadi apa-apa, dengan tidak adanya Olah TKP maupun Garis Police Line diduga Polisi sudah di kondisikan.

Saat dikonfirmasi terkait tidak adanya POLICE LINE dari pihak kepolisian ini , pihak Polsek Tegalsari mengatakan ” Sudah kami Police Line mas, dan Sudah kami Olah TKP ” Tutur Kompol Nuryanto selaku Kapolsek Tegalsari saat di klarifikasi.

Namun, dilapangan tidak ditemukannya Police Line dan Olah TKP, serta berbeda dengan keterangan pihak diskotik Station TOP 10 ketika dimintai keterangan adanya informasi yang menyebutkan bahwa meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak memasang POLICE LINE mengatakan bahwa mereka “ Kalau masalah Police Line dan Olah TKP saya gk bisa jawab mas, saya nggak bisa memberikan statement terkait hal itu , sebab bukan kapasitas saya untuk memberikan keterangan hal itu “ kata Odi selaku wakil manager diskotik Station TOP 10.

Baca juga:  Fuad Benardi Anak Walikota Surabaya Diperiksa Polda Jatim

Pria berkulit sawo matang ini menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan keterangan press saat manager yang bernama Hariyanto masuk kerja “ Besok aja ya mas, saat Manager masuk kerja. Saat ini beliaunya sedang libur, saya takut salah nanti kalau menjawab ” ujarnya

Sebelumnya, kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Chalid Al Gazy ini terjadi saat pelaku sedang berjoget di hall diskotik station 10. Korban yang bernama Mustofa (24) dilihat oleh pelaku sedang membawa pacar korban di hall discotik Station Top 10. Pelaku yang terbakar cemburu langsung mendekati korban dan langsung menikam Mustofa di bagian dada dan perut sehingga korban langsung terkapar dan tewas didalam Hall Diskotik Station Top 10.

Dengan fakta di lapangan, Kuat dugaan bahwa pihak Kepolisian dikondisikan oleh manajemen Diskotik Station Top 10, agar tidak di beri Police Line dan Tidak olah TKP, supaya diskotik TOP 10 bisa beraktifitas kembali seperti biasa.

Dalam hal ini kepolisian harus mentaati Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana(“Perkapolri 14/2012”).

Ketentuan lain yang mengatur tentang Pengolahan TKP adalah Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2010 Tentang Manajemen Penyidikan Oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (“Perkapolri 6/2010”) yang kami akses dari laman resmi Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN). Dari peraturan ini diketahui bahwa pihak yang berwenang melakukan pengolahan TKP bukan hanya Polri melainkan juga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Penulis : (tim/bm)
Editor : (red)

ca-pub-2508178839453084