Oknum petugas Satpas Colombo arogan pada calon pengurus SIM

Dibaca: 1128 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Surabaya, – Terjadi adu mulut antara petugas Colombo dan awak media yang berniat mengantar istrinya untuk mengurus perpanjangan SIM C. Di tengah percakapan antara awak media kepada petugas polisi untuk mendapatkan informasi seputar perpanjangan di sela oleh salah satu petugas sipil yang bernama W Sujatmiko. Satpas Colombo SIM di jalan Ikan Kerapu No. 2-4, Perak Barat, Krembangan, pukul 12.05, Senin, (15/1/18).

W Sujatmiko menyela sambil meneriakan kepada awak media yang saat itu sedang mengobrol dengan petugas polisi yang berjaga dengan nada kasar.

“Mas, baca tulisan di banner itu, kalau pingin tau cara caranya” teriak Sujatmiko kepada awak media.

Spontan saja Sujatmiko di komplain oleh awak media karena di anggap tidak sesuai dengan fungsi daripada cita cita POLRI itu sendiri. Yang di mana sebagai pengayom masyarakat seharusnya memberikan informasi dengan benar kepada masyarakat. Dan siap melayani dengan baik.

“Saya ini bertanya pada pak polisi ini, kenapa sampean kok bersikap seperti itu, dan kenapa sampean yang menjawab, kan saya tanya kepada bapak polisi ini? “Tanya awak media kepada Sujatmiko pegawai Sipil Colombo.

Namun Sujatmiko malah bediri dan menantang awak media dengan meneriakan ” mau apa sampean, saya petugas di sini, ini area saya, mau apa sampean?” Katanya dengan nada kasar.

Awak media dengan santai menjawab “loh pak, ini milik negara loh, masyarakat berhak untuk mendapatkan segala informasi di sini, kan saya berniat mau ngurus SIM istri saya, kenapa sampean kok jadi emosi begini, saya sudah menunjukan itikad saya sebagai warga negara yang baik, dengan menyempatkan diri untuk datang di COLOMBO guna mengurus SIM” jawab awak media.

Baca juga:  Amrulloh: APK Pak Jokowi Kok Dibongkar? La Nyalla Academia Protes Keras

Namun di luar dugaan Sujatmiko malah menjadi jadi, bahkan menantang agar minta di foto dan di laporkan. “Kalau gak terima silahkan catat nama saya, laporkan bila perlu, ini wilayah saya, saya perugas di sini” dengan sombongnya Sujatmiko menantang.

Dari kejadian itu akhirnya awak media memutuskan mengajak kembali istrinya agar pergi dari area tersebut.

Arogansi petugas yang seperti ini tidak dapat di jadikan contoh untuk menjadi pengayom yang baik. Dengan posisi sebagai tenaga sipil saja Sujatmiko sudah mentang mentang, apalagi menjadi Polisi beneran.

Sangat disesalkan tentang terjadinya arogansi petugas kepada masyarakat dengan perilaku dan membentak bentak calon pengurus SIM, tidak sepatutnya petugas seperti ini diperkerjakan di pelayanan masyarakat, sebab akan membuat citra Polisi buruk dengan adanya petugas sipil arogan. (Kiki)

ca-pub-2508178839453084