Nurdin Longgari: Terkait Insiden Intimidasi Wartawan Jangan Terulang Kembali

Pasang Iklan Disini

Liputan Indonesia | Surabaya – Insiden intimidasi wartawan di lapangan kembali terjadi. Beberapa pekan lalu, wartawan suara-publik.com dan TV One terjadi kesalah pahaman dengan Polisi berakibat penghapusan file awak media, sempat menhebohkan pemberitaan berbagai media. Hal itu terpicu karena 2 petugas memaksa wartawan menghapus file saat liputan di Mapolresta Pasuruan. Kasus tersebut berakhir damai saat PWI dan AJI menyikapi, dan Humas Polresta Pasuruan meminta maaf dikantor PWI Pasuruan.

Ironisnya, kejadian serupa terjadi pada wartawan Jatimnow.com dan Suara Surabaya. Dimana keduanya disuruh menghapus file liputan terkait pengusiran penonton yang tak bertiket saat pertandingan Persebaya VS Arema di Final Piala Presiden di GBT 09/4/2019.

Iklan anda Banner Lindo

Akhirnya, kalangan wartawan senior seperti Nurdin Longgari mantan Produser JTV yang juga Caleg PBB no urut 5 Dapil 1 Surabaya, angkat bicara terkait insiden tersebut.

“Mari kita saling menghargai sebagai Mitra. Sebab polisi dan wartawan itu mitra yang tak terpisahkan,” papar Nurdin pada media ini, Kamis (11/4).

Pasang Banner Iklan Disini

Selain itu Nurdin menjelaskan bahwa pimpinan media dan petinggi Polri sangat harmonis saat ini. Untuk itu, jangan tercoreng oleh ulah oknum yang berada di lapangan.

Menurut Nurdin, seharusnya semua bisa dikoordinasikan dengan baik di lapangan tanpa adanya gesekan. “Karena media juga tidak ingin kondisi bangsa makin ruwet,” tambah Nurdin yang juga pemilik sebuah media online.

Nurdin pun salut terhadap Humas Polda Jatim yang tanggap dengan permasalahan dan menjawab konfirmasi Jatimnow.com usai kejadian dengan tegas menyejukan dan bijak. “Humas Polda Jatim Tegas menyejukan dan bijak, sehingga bisa diterima oleh pimpinan media seperti saya ini,” tandas Nurdin.

Sementara, usai insiden yang menimpa para wartawan di lapangan. Saat dikonfirmasi Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, menyayangkan tindakan oknum polisi yang melakukan penghapusan file foto dan video hasil liputan Wartawan jatimnow.com Fajar Mujianto dan Wartawan Suara Surabaya, Anggi Widya Permani di GBT, Selasa (9/4/2019) kemarin.

Baca juga:  Kampanye di Magetan, La Nyalla Academia dan RSJM Optimis Menang Jokowi

Menurut Barung, tindakan tersebut melanggar kebebasan pers, sebab lokasi peliputan tersebut tidak termasuk tempat terlarang.

“Undang-undang pers mengatakan, tidak ada seorang pun juga yang bisa menghalang-halangi setiap media untuk melakukan peliputan, apalagi ditempat-tempat yang tidak terlarang,” tegas Frans Barung saat dikonfirmasi jatimnow.com, Rabu (10/4/2019).

Terpisah, Kusworo wartawan senior, yang juga Dirut dan Pimred Media suara-publik.com mengapresiasi tanggapan cepat dari Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.
Kusworo salut atas tanggapan cepat dan sejuk terkait insiden tersebut di atas.

Menurutnya, ilmu komunikasi Humas Polda Jatim mumpuni dan menyejukkan. Tinggal implementasi selanjutnya dalam menyelesaikan insiden tersebut.

“Harapan saya semua berjalan dengan baik dan damai. Karena wartawan itu mitra polisi yang dilindungi oleh UU no 40 tahun 1999,” pungkas Kusworo.

Tempat iklan banner anda
Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close