NKRI Harga Mati, Pemuda Pancasila: Makar di Surabaya kita usir, Demo di Papua saja

0
Dibaca: 11144 Kali

‘Makar’ di lokasi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Dijaga Ketat Polisi dan Pemuda Pancasila serta Sejumlah Ormas.

Surabaya – Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) beralamat di Jl. Kalasan no. 12, Kecamatan Tambak Sari, Surabaya yang telah melakukan Makar dijaga ketat oleh Kepolisian Polsek Tambak Sari dan Pemuda Pancasila Surabaya, serta gabungan ormas, Minggu, (2/12/18).

Dalam pengamanan antisipasi terjadinya hal serupa dari gejolak dan letupan-letupan makar AMP, pihak Kepolisian Polsek Tambak Sari Kompol Gatot H, menyiagakan sejumlah pasukannya serta dibantu oleh pihak Majelis Pimpinan Wilayah Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP)  serta ormas gabungan.

Gatot H selaku Kapolsek Tambak Sari Surabaya mengatakan, ” Dengan adanya gerakan demo AMP yang di duga makar kemarin, Sabtu, 1/12/18 kita bersiap siap guna adanya tindakan lanjutan di Jl. Kalasan no. 12 wilayah hukum Polsek Tambak Sari Surabaya. Kegiatan ini semata – mata agar tidak terjadi keributan atau gesekan antara AMP dan beberapa Ormas,” tuturnya saat dilokasi AMP.

Lanjutnya, ” Mahasiswa Papua yang diduga melakukan Makar telah diamankan di Polrestabes Surabaya, sejumlah kurang lebih 200 orang, Kami pihak kepolisian berharap Surabaya Kondusif menjelang tahun Politik, kalau ada letupan letupan wajib kita redam agar tidak membias. Jika terjadi tindak pidana ya tentu kita akan proses secara hukum, ” tegasnya.

Baca juga:  Pakde Karwo: Peran Strategis Perdagangan Antar Daerah Bagi Perekonomian

Sementara, Nurdin Longgari selaku Wakil Ketua MPC Pemuda Pancasila menambahkan ” Kami Ormas Pemuda Pancasila hanya mengatisipasi terjadinya makar atau separatis, sebab kami tidak ingin Surabaya ribut, kami hanya ingin tegak kan kedaulatan bangsa, NKRI harga mati, jika ada terjadi makar yang dilakukan oleh AMP kita usir dari Surabaya ini, silahkan demo makar tapi di Papua sana, jangan di Surabaya,” ujarnya.

Terpisah, Ridwan selaku Camat Tambaksari mengatakan ” memang semalem Sabtu, 1/12/18 dini hari pihak Polrestabes mengeksekusi warga Papua (AMP) ke tempat yang aman, perkiraan ada 200 orang Papua. Namun agar tidak kosong ada beberapa orang yang mendiami tempat kos di Jl. Kalasan no. 12,” katanya. (one)

Hak Jawab | Koreksi

Please enter your comment!
Please enter your name here