Menipu 12 Milyard, Iwan Liman atau Iwan Cendekia Liman Jadi DPO Mabes Polri

Foto: Iwan Liman atau Iwan Cendekia Liman, warga Manyar Kertoarjo Surabaya. Jadi DPO Bareskrim Mabes Polri.
Foto: Iwan Liman atau Iwan Cendekia Liman, warga Manyar Kertoarjo Surabaya. Jadi DPO Bareskrim Mabes Polri.

Jakarta, LiputanIndonesia.co.id – Perkara tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana pokok penipuan  dan penggelapan dan atau tindak pidana fidusia, seorang laki-laki bernama Iwan Liman atau Iwan Cendekia Liman, warga Manyar Kertoarjo Surabaya. Jadi DPO Bareskrim Polri, menurut surat DPO (Daftar Pencarian Orang) yang dikeluarkan pihak Mabes Polri dengan Nomor: DPO/ 07/ V/ 2017/ Dittipideksus. Jakarta, 4 Mei 2017.

Diceritakan awal mula kejadian tersebut hingga Iwan Liman menjadi DPO Mabes Polri, berawal dari mobil mewah jenis Ferari. Pada Bulan Agustus 2015, Rezky Herbiyono (korban) membeli sebuah Ferari 458 Speciale seharga 12 Milyar, pembelian tersebut dilakukan dengan pembiayaan Leasing dari PT. MITSUI LEASING CAPITAL INDONESIA, pada awalnya leasing tersebut berlangsung lancar dimana Rezky telah melakukan pembayaran biaya pembiayaan, asuransi dan administrasi sebagaimana disyaratkan dan telah melakukan angsuran sejumlah Rp.196.500.000,- per bulan.

Pada sekitar akhir tahun 2016 Rezky Herbiyono melakukan pembicaraan dengan Iwan Liman, bahwa dirinya tertarik untuk memiliki Ferari tersebut yang nantinya dilakukan dengan over kredit kepada pihak MITSUI LEASING.

Sehinggaati Iwan Liman dapat mencoba atau test drive  atas Ferari tersebut, baru kemudian dibicarakan masalah harga dan over kreditnya, namun semenjak test drive tersebut tidak ada kabar berita dari Iwan Liman dan Ferari tersebut juga tidak dikembalikannya, Rezky telah mencoba berulang kali mengontak Iwan Liman namun tidak berhasil.

Sementara itu pihak korban tetap menjalankan kewajiban pembayaran angsuran kepada MITSUI LEASING sampai dengan sekitar bulan Juli-Agustus 2016 (+ 11 kali angsuran). Kemudian pihaknya mendapatkan kabar mengejutkan bahwa ternyata Ferari tersebut telah dialihkan kepemilikannya oleh MITSUI LEASING kepada Iwan Liman , tanpa persetujuan dan sepengetahuan Rezky, termasuk STNK dan BPKB aslinya juga sudah diserahkan kepada Iwan Liman.

Baca:  Gubernur Komitmen Kawal Pancasila, Sebagai Lambang NKRI dan Bhineka Tunggal Ika

Iwan Liman atau Iwan Cendekia Liman, warga Manyar Kertoarjo Surabaya. Jadi DPO Bareskrim Mabes Polri
Foto: Mobil Ferari Yang Sejenis, dibawa Kabur Tersangka Iwan Cendekia Liman.

Mendengar kabar tersebut pihak Rezky berupaya menemui MITSUI LEASING guna meminta penjelasan, mengapa ferari yang secara hukum diikat dengan Perjanjian Pembiayaan Konsumen No.131510771 tanggal 23 September 2015 ditandatangani diantara MITSUI LEASING dan Rezky, bisa tiba-tiba berpindah kepada Iwan Liman tanpa sepengetahuan dan persetujuan Rezky selaku pemilik atau pihak dalam Perjanjian Pembiayaan.

Namun pihak MITSUI LEASING pernah menyampaikan bahwa Iwan Liman yang meminta untuk dapat memiliki Ferari tersebut dengan cara melunasi sisa angsuran yang telah dilakukan Rezky tanpa perlu melakukan penggantian uang muka dan angsuran yang telah dibayarkan Rezky.

Seperti yang di sampaikan kuasa hukun Rezky Herbiyono, “dalam perkara ini ada yang janggal adanya dokumen Surat Penjualan Unit Tarikan Ferari, dimana MITSUI LEASING meminta Iwan Liman untuk melakukan pembayaran atas pembelian Ferari hanya sebesar 6,2 Milyar (jauh dibawah harga mobil sebenarnya). Jadi sebenarnya Iwan Liman ini membeli unit tarikan atau melakukan pelunasan atas angsuran yang telah dilakukan Rezky faktanya kedua perbuatan tersebut dilakukan “dilakukan secara diam-diam” tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari Rezky dan jelas telah merugikan client nya.

Baca:  Gubernur Jatim Harapkan Added Value Produk SDA Australia Barat di Jatim

Hak atas kepemilikan Ferari menjadi hilang dan segala pembayaran cicilan dan uang muka selama ini kepada MITSUI LEASING menjadi hilang, tanpa ada satupun pihak yang mau bertanggung jawab baik MITSUI LEASING maupun Iwan Liman. Ungkap Reza Prianda, SH. (06/05).

Pihak Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan dari pihak-pihak yang terkait serta melakukan penyitaan terhadap barang bukti Ferari tersebut, tambanya.

Lanjut Reza, dan Iwan Liman sendiri telah ditetapkan sebagai Tersangka dalam perkara ini, Bareskrim pun telah melakukan pemanggilan kepada Iwan Liman namun sampai dengan batas waktu panggilan tersebut, Iwan Liman tidak datang dan mangkir dari panggilan Bareskrim Polri. Sehingga kami menunggu tidak lanjut dari pihak Bareskrim terhadap tersangka tersebut, dan penetapan tersangka-tersangka lainnya dalam perkara ini, agar tidak ada konsumen leasing lainnya yang menjadi korban, kata Reza (06/05).

Akibat kelakuan Iwan Liman pihaknya Rezky yang didampingi kuasa hukumnya telah melaporkan kejadian ini ke Bareskrim Mabes Polri, berdasarkan Tanda Bukti Lapor No. TBL /885 /XII /2016. dan Laporan Polisi No.LP /1237 /XII /2016 . Tanggal 16 Desember 2016. Hingga pihak Bareskrim Polri mengeluarkan Surat DPO (daftar pencarian orang) terhadap Iwan Liman. (one)

Bagikan berita ini

Baca Lainnya