Menggantungkan Hidup, Pedagang Aluminium Jl. Semarang Digusur

Dibaca: 11999 kali

Satpol PP Kota Surabaya Tidak Berpihak Rakyat Kecil

Foto : Satpol PP Menggusur Pedagang Aluminium Jl. Semarang

Liputan Surabaya – Lagi-lagi nasib rakyat kecil untuk mencari penghasilan dan sesuap nasi masih jauh dari kesejahteraan dan dukungan khususnya dari Pemerintah Kota Surabaya. Pasalnya, warga yang menggantungkan hidupnya sebagai pedagang aluminium di kawasan Jl. Semarang, Surabaya, akan mengalami gusuran oleh Aparat Penegak Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Senin (16/7).

Pedagang aluminium yang sudah berpuluhan tahun menempati dan mencari kebutuhan hidup di kawasan Jl. Semarang ini sudah membayar uang sewa, sampai terakhir 2010. Namun, setelah itu pedagang tidak boleh membayar lagi dengan alasan tidak jelas.

Hasan salah satu Korlap dari pedagang aluminium mengatakan, sudah menempati dan berjualan berpuluhan tahun sejak jaman kakek nenek.

“Kita sudah membayar uang sewanya, padahal tanah ini tanah milik negara. Sebagai warga negara, kita juga mempunyai hak untuk hidup dan juga mempunyi hak yang sama di mata hukum,” ucapnya.

Terlebihnya, Hasan juga meminta, bahwa Pemerintah Kota Surabaya harus memperhatikan nasib pedagang yang menggantungkan hidup untuk berjualan di kawasan Jl. Semarang jika mengalami penggusuran.

Baca:  Berhasil Yakinkan JPU dan Hakim, Anak Bos "Liek Motor" Gangguan Jiwa di Tuntut Ringan

“Kita juga mencari kehidupan untuk keluarga. Kita menempati dan berjualan di jalan Semarang ini sudah bertahun-tahun. Bukan main gusur atau menyuruh kita pindah begitu saja. Seharusnya Pemerintah (Pemkot Surabaya) juga memperhatikan tempat relokasi apakah layak atau tidak,” terangnya.

Selain itu, KBRS Perjuangan bersama (PEGAS) Paguyuban Sebelas Pedagang Aluminium Surabaya juga dengan keras melakukan penolakan penggusuran yang akan diilakukan oleh Satpol PP Kota Surabaya.

“Pemerintah harus meninjau ulang untuk tempat relokasi di Sentral PKL yang ada di daerah Demak Surabaya. Padahal pedagang sudah mau mundur atau membokar 2 meter dari standnya. Terkait masalah ini, kita akan koordinasikan dengan Risma selaku Walikota Surabaya,” tutupnya. (21k)