Maulid Nabi di Sidoarjo lomba bakar ikan bandeng‎ sudah tradisi

0
3790

Sidoarjo– T‎radisi pada setiap daerah di Indonesia memang bermacam-macam, Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW misalnya. Di kabupaten Sidoarjo Jawa timur selain tradisi pelelangan bandeng kawak atau bandeng terberat ada juga pada tiap perayaan “Mauludan” warga sekitar menyebut nya, diadakan Lomba Bakar Bandeng‎

Sebanyak 54 peserta guru TK se Kabupaten Sidoarjo mengikuti lomba tahun ini yang di selenggarakan pemkab sidoarjo melalui Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo dan digelar di Paseban Alun-alun Sidoarjo, Dibuka oleh Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin, Rabu, (6/12/2017).

Tiga dewan juri dihadirkan dalam lomba tersebut. Antara lain dari Akademi Gizi Surabaya, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo dan dari TP-PKK Kabupaten Sidoarjo.

Dalam lomba Bakar Bandeng ini, menurut Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo Handayani mengatakan bahwa selain untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H. Adalah untuk mempertahankan tradisi yang sudah mengental stiap tahun nya warga sidoarjo yang sellu mengkreasikan makanan olahan ikan Bandeng.

Baca juga:  Gubernur Jatim Dampingi Mendagri Serahkan 7.000 Sertifikat

Bekerjasama dengan TP-PKK dan IGTKI Kabupaten Sidoarjo. Selain lomba bakar bandeng pemerintah kabupaten juga menggelar lomba mewarnai yang diikuti oleh anak-anak TK yang bertemakan tentang bandeng. Usai mewarnai, anak-anak TK makan bandeng bersama.

“Lomba membakar bandengnya guru-gurunya, yang lomba mewarnai murid-muridnya dan yang makan bandengnya murid-muridnya,”ujar Handayani.‎

Menurut nya, Kenapa lomba nya bertemakan ikan bandeng, Pasalnya ikan bandeng merupakan ikon Kabupaten Sidoarjo. Ia berharap tradisi seperti ini akan terus berlangsung setiap tahunnya agar Ikan Bandeng semakin dikenal masyarakat luas terutama kepada anak-anak TK.‎

Sementara itu, Dalam penilaian lomba bakar bandeng nya, Direktur Akademi Gizi Surabaya Andrianto mengatakan bahwa akan benar-benar selektif. Selain rasa dan penampilan masakan, proses pembakarannya juga akan dinilainya.

Disediakan waktu 30 menit untuk proses membakar bandeng dan penyajiannya ditentukan selama 15 menit. Peserta harus didampingi oleh satu asisten, Lebih‎ ‎dari itu peserta akan didiskualifikasi.

Terdapat beberapa kreteria untuk penilainnya dengan sudut pandang berbeda-beda,mulai Resep dan proses masak nya. Penilaian lainnya adalah aplikatif dengan artian apakah masakan tersebut dapat diterapkan dalam rumah tangga, Dan menu bandeng yang disajikan juga harus memenuhi unsur B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman).‎

Baca juga:  Forkopimda Jatim Kompak Wujudkan Pilkada Tanpa Politik Uang dan Politisasi SARA

Pemenang lomba akan diumumkan malam hari nya pada acara lelang bandeng kawak tradisonal di Alun-alun kabupaten. Pemenang juara ke-1 akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 3,5 juta, juara ke-2 Rp. 3 juta. Dan Juara ke-3 mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 2,5 juta. [andri]‎

Bagikan berita ini

Berita Video

#infolinksbanner_dapatduitonline
hak-jawab-hak-koreksi-hak-tolak-lindo iklan-adsense
#infolinksbanner_dapatduitonline