Masyarakat Keluhkan Air Kering, Pemprov Jatim Anggap Tidak Menjadi Masalah | Liputan Indonesia
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Masyarakat Keluhkan Air Kering, Pemprov Jatim Anggap Tidak Menjadi Masalah

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
Dok, foto ilustarasi waduk kering, Radar Mojokerto

Liputan Indonesia || Surabaya – Masuk musim kemarau, beberapa daerah di Jawa Timur mengalami kekeringan. Hal ini seharusnya menjadi tugas tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) yang sekarang mengklaim tidak ada masalah irigasi pertanian di wilayahnya selama musim kemarau tahun ini.

Disampaikan Ari Pudji Astomo, selaku PPID Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov Jatim singkat, “Irigasi, hingga saat ini insya Allah tidak ada keluhan,” ucap Ari kepada awak media ketika ditemui di kantornya, Senin (16/9/2019).

Pernyataan ini bertolak belakang dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Dimana terdapat puluhan waduk penampungan air, yang selama ini digunakan para petani untuk mengaliri lahan mereka, kondisinya kering. Terutama di wilayah Mojokerto.

Dari data yang ada, sedikitnya sebanyak 61 waduk penampungan air di 11 kecamatan di Mojokerto mengalami kekeringan. Diantaranya di Kecamatan Jetis, Gedeg, Kemlagi dan Dawarblandong.

Ari pun menyampaikan, pihaknya akan segera membantu suplai air untuk mengaliri lahan para petani bila dibutuhkan. Sebab, bantuan tersebut sudah menjadi program Dinas SDA Pemprov Jatim. Akan tetapi, bantuan hanya diberikan bagi lahan petani dengan jenis tanaman palawija. Seperti jagung, kacang dan sejenisnya.

                   

Sedangkan lahan yang ditanam padi, kata dia, tidak ada bantuan (Bantuan air) Ini direncana tatanan kita. Itu untuk (musim) kemarau ini, kemarau, memang kemarau, tidak ada untuk tanam padi di semua tempat.

Iklan anda , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

“Tapi, hanya bantuan untuk tanam palawija,” imbuhnya.

Dan menurutnya, pasokan air yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian jenis tanaman ini, mencukupi.“Karena kebutuhan untuk tanaman (palawija) ini kan tidak terlalu banyak, berbeda dengan padi,” tandas Ari.

Namun, kembali ia tegaskan jika tidak ada masalah dengan irigasi pertanian di Jawa Timur. Pasalnya, sejauh ini tidak ada keluhan yang diterima Dinas SDA Pemprov Jatim seputar permasalahan yang ada.

“Alhamdulillah sampai sekarang laporan (kekurangan air irigasi) sampai saat ini, masih nihil,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 61 waduk penampung air di Mojokerto mengalami kekeringan sejak dua bulan lalu. Akibatnya, hektaran sawah serta kebutuhan air bersih bagi masyarakat tak terpenuhi.

Dari sebanyak 61 waduk yang mengering itu, tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Yaitu, wilayah utara sungai Brantas di Kecamatan Jetis sejumlah tiga waduk, Kecamatan Kemlagi ada tujuh waduk, dan terbanyak Kecamatan Dawar, sebanyak 36 waduk.
Sedangkan, delapan waduk tersebar di Kecamatan Sooko, dan masing-masing satu waduk di Kecamatan Bangsal, Kuterejo, Pungging, dan Kecamatan Puri. (Tjn)

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
Iklan Anda, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close