Maruli: 5 Hakim vonis salah, Dahlan Iskan bisa bebas

Surabaya – Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan juga orang nomer satu Jawa Pos yaitu Dahlan Iskan, yang merupakan terdakwa dugaan perkara korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU), BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dibebaskan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Surabaya.

Juru Bicara Pengadilan Tinggi Jatim, Untung Widiarto membenarkan hal ini. “Putusan bebas DI dibacakan majelis hakim pekan lalu. Sebelum hari raya Idul Adha 2017 ” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (5/9/2017).

Untung menambahkan, ” saat memutuskan vonis bebas Dahlan iskan, merupakan melalui putusan dissenting opinion. Artinya, tiga hakim dari lima hakim yang memeriksa perkara ini berpendapat dan menyatakan Dahlan tidak terbukti melakukan tindak pidana sesuai yang didakwakan jaksa. sedangkan dua hakim lainnya sebaliknya, mereka tidak sependapat. Dengan putusan itu ” Ujar Untung.

Lanjutnya ” kedua hakim yang disenting tersebut, satu dari dari hakim karir dan satu lagi hakim ad hoc. Sedangkan majelis hakim yang memeriksa perkara ini diketuai oleh DR Andriani Nurdin,” tambahnya.

Baca:  Pakde Karwo : Jatim Menjadi Destinasi Pariwisata Dunia

Sedangkan DR. Adriani Nurdin SH, MH ini, menjabat sebagai wakil ketua Pengadilan Tinggi Jatim.

Saat dikonfirmasi wartawan terkait putusan bebas ini, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Kejaksaan Tinggi (Kejati ) Jatim, Richard Marpaung mengaku belum mengetahui. “Kita belum menerima petikan putusan dari Pengadilan Tinggi,” ujarnya, Selasa (5/9/2017).

Masih Richard, pihaknya bakal mengambil sikap setelah mendapatkan putusan resmi dari Pengadilan Tinggi.

Perlu diketahui, Dahlan terjerat perkara korupsi kala menjabat sebagai Direktur Utama PT PWU tahun 2000-2010. Kejaksaan Tinggi Jatim menilai penjualan dua aset PWU di Kediri dan Tulungagung menyalahi aturan dan merugikan negara. Di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Dahlan dinyatakan bersalah dan divonis dua tahun penjara.

Sayangnya, Untung enggan menjelaskan lebih rinci soal putusan perkara itu. Hal yang pasti, saat ini PT merapikan berkas putusan perkara tersebut untuk diteruskan ke Pengadilan Negeri Surabaya. “Yang jelas, kalau putusannya sudah. Sekarang tinggal proses administrasinya saja,” tutupnya.

Waktu terpisah, Maruli mengaku optimistis Dahlan Iskan melakukan tindak pidana korupsi. Penilaian itu dilihat dari hasil persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Baca:  Forikan Jatim Kampanyekan Makan Ikan Untuk Kecerdasan Bangsa

” Ini sungguh janggal, Di pengadilan tipikor, itu fakta persidangan. Ada 5 hakim yang menyatakan terbukti. Jangan salah ya, ini fakta persidangan loh,” ujarnya.

Maruli menegaskan, meski belum menerima salinan putusan banding dari Pengadilan Tinggi Surabaya, pihaknya tetap menyiapkan langkah upaya kasasi.

“Saya sudah perintahkan untuk menyiapkan memori kasasi, aneh kok bisa bebas” ucapnya.

Vonis bebas Dahlan Iskan itu bisa jadi merupakan telak kedua bagi Kejati Jatim. Sebelumnya, Mahkamah Agung juga menguatkan putusan bebas perkara Ketua Kamar Dagang dan Industri Jatim, La Nyalla Mattaliti, dalam perkara dugaan korupsi hibah Kadin Jatim. Di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, La Nyalla dinyatakan tidak bersalah juga. Jaksa kasasi ke MA tapi ditolak. (one).

Bagikan berita ini

Hak Jawab / Hak Koreksi:
Via Email:
Redaksi@LiputanIndonesia.co.id
Newsliputanindonesia@gmail.com
Baca Lainnya