Lurah Durung Beduk Sidoarjo dan 5 Pelaku Judi Kebal Hukum | Liputan Indonesia
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Lurah Durung Beduk Sidoarjo dan 5 Pelaku Judi Kebal Hukum

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

SIDOARJO, Liputan Indonesia — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Candi dibawah wilayah hukum Polresta Sidoarjo, menggerebek komplotan Judi Domino itu di Desa, Durung Bedug, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Selasa (18/10/2016) bertempat Kejadian disekitar pabrik tahu, dibelakang indomart.

Nasib sial yang dialami A K (31) warga Desa Durung Bedug Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Pria pengangguran ini harus mendekam dalam tahanan sendirian, paska anggota polisi menggerebek arena judi Domino.

Sedangkan 6 rekannya bermain domino tersangka kabur, tidak diketahui rimbanya, namun Polisi mengabarkan jika peserta judi domino lainnya berhasil kabur termasuk salah satu pejabat Desa Durung Bedug yang motornya berhasil diamankan petugas itu. “ Kami memang hanya mengamankan tersangka sendirian. Karena Lurah Durung Bedug dan 5 orang lainnya kabur, ” terang Kapolsek Candi Kompol Kusminto, Minggu (23/10/2016).

Selain itu, tersangka ditangkap bersama barang bukti berupa uang tunai Rp 60.000, satu set kartu Domino dan Motor KLX milik Lurah. Kapolsek Candi Kompol Kusminto menceritakan, awalnya anggota Polisi Polsek Candi menerima informasi dari masyarakat tentang adanya permainan judi domino. Selanjutnya oleh anggota unit Reskrim dilakukan penyelidikan dan dicek di TKP. Hasilnya, ternyata benar ada sekelompok orang berada di teras warung sedang bermain judi dengan alat domino dan taruhan sejumlah uang. Selanjutnya,  dilakukan penangkapan dan tertangkap seorang tersangka itu.

Tersangka Abdul Kodir (29) ditangkap Satreskrim Polsek Candi, sedangkan beberapa pemain yang sempat berada di lokasi perjudian 6 orang yang melarikan diri Adalah, H. M Iskak selaku kepala desa durung bedug, Muklis, Cak dir Alias Suhadir, Cak Yoto Alias Sunyoto, Budi selaku Ketua RT 25, Kecek Alias Siswanto.

Menurut keterangan narasumber berinisial SN mengatakan, sebelum penangkapan terjadi semuanya terdapat 7 orang pemain Judi Domino.

Iklan anda , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

” Waktu itu ada 7 orang, tetapi 6 orang melarikan diri dan yang di tangkap hanya Abdul Kodir saja “, Ungkap SN. (24/10)

Berdasarkan pengembangan penyidik kepada Tersangka, Satreskrim Polsek Candi menetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO) beberapa orang yang melarikan diri.

SN menambahkan, Lurah menawarkan uang 10 juta kepada Tersangka Kodir, untuk menjalani hukuman penjara agar tidak menyeret para pemain judi yang pada saat itu berada di lokasi.

” Waktu itu bersama saya, dia (Lurah) menawarkan sejumlah uang 10 juta untuk menjalani proses hukuman. Dirinya bilang kepada saya kalau uang saya banyak tidak mungkin saya ditangkap “, Imbuhnya.

Kusminto selaku Kapolsek Candi mengatakan, dirinya sudah memanggil siapa saja yang terlibat.

” Kami sudah memanggil siapa saja yang terlibat, surat sudah saya layangkan ke orang-orang yang terlibat ” Ungkapnya. Jum’at, (27/10).

Diduga adanya permainan melobi yang dilakukan Lurah Desa Durung bedug kepada Anggota Polsek Candi untuk meloloskan hukuman dengan mengorbankan 1 orang tersangka Abdul Kodir.

” Sedangkan penjudi lainnya melarikan diri di perkampungannya. Makanya hanya tersangka dan barang bukti yang diamankan. Tersangka kami jerat pasal 303 KUHP tentang Perjudian, dan mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Kawasaki KLX sebagai kendaraan operasional Lurah Durung Bedug. ” kata Kusminto selaku Kapolsek Candi Sidoarjo

Mengingat UU Tipikor.
Penyuapan dikenal pada pasal 12 huruf a UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang dikatakan sebagai “pemberian suap”. Pasal 12 huruf a itu penerima suap bisa pidana penjara seumur hidup atau 4 hingga 20 tahun penjara dan Rp 200 juta hinggfa Rp 1 miliar
Pada bagian penjelasan pasal 12 huruf a ini dikatakan bahwa yang dimaksud dengan “pemberian” dalam ayat ini diartikan luas, yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah “gratification” yang meliputi pemberian berupa uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lain. (tim)

Iklan Anda, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close