Lasbandra: Pengolahan Limbah B3 RSUD Sampang, Tidak Sesuai Prosedur

Dibaca: 151 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Sampang, Liputan Indonesia – Penyimpangan pengelohan limbah cair dari bekas penggunaan RSUD Sampang kuat dugaan tidak dikelola melalui Instalasi Penggunaan Air Limbah (IPAL), Pengelohan Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) masih berbuntut panjang dan di permasalahkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Pemberdayaan dan Peduli Rakyat (LASBANDRA).

RSUD Sampang dilaporkan LSM LASBANDRA ke Komisi Informasi Publik (KIP) guna melakukan upaya tidak terhadap publik terkait pembuangan Limbah B3 yang di kelolanya, karena masyarakat mengeluhkan serta terkena dampak dari pencemaran limbah tersebut.

Sidang yang di gelar KIP ke tiga kalinya, belum menunjukkan hasil putusan. Sebelumnya, Pelapor dari LSM LASBANDRA dan Terlapor dari pihak RSUD Hadir di sidang pertamanya, sampai sidang ke dua dan ketiga Kamis, (2/2/2017) pihak Terlapor tidak koperatif hanya melakukan infomasi ketidak hadiran melalui telepon kepada Panitera KIP.

Sekjen DPP Lasbandra, Achmad Rifai mengatakan, kita selalu koperatif, hadir setiap ada Undangan sidang. Tapi kenapa di sidang ketiga ini tidak hadir lagi.

“Ada apa dengan RSUD Sampang ini? padahal sudah jelas Undang-undang yang mengatur ketidak hadiran terlapor terhadap sidang KIP. Tetapi KIP tidak bisa memberikan ketegasan apa-apa terhadap RSUD Sampang,” Ujar Rifai, Kamis (2/2/2017).

Pihak RSUD Sampang tidak mematuhi aturan ketentuan yang ada, seperti yang sudah tertuang didalam Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik. Ketidak hadiran terlapor maupun pelapor di anjurkan untuk berkirim surat dua hari sebelum sidang dimulai, hal ini dianggap enteng oleh pihak KIP yang diduga terlalu percaya terhadap ketidak hadiran terlapor dalam sidang hari ini.

Rifai menambahkan, dirinya mendapat informasi dari Panitera, bahwa pihak RSUD Sampang sudah Telepon ke KIP kalau hari ini tidak hadir. Dengan alasan BANJIR.

Baca juga:  Turis Kagum Serta Belajar Seni dan Budaya Indonesia

“Alasan yang logis, tetapi informasi dari rekan yang ada di Sampang pukul 10.30 tidak banjir di area lingkungan RSUD. Mereka mulai mengelabui Ketua Majelis KIP ini,” imbuh Rifai

Mengingat, RSUD Sampang memiliki IPAL baik untuk limbah medis cair maupun padat. Salah satunya incinerator, yang merupakan alat pengolah sampah medis padat berupa bekas jarum suntik, bekas infus dan semacamnya dengan cara pembakaran. namun sayangnya alat itu sama sekali tidak difungsikan. Dalam hal ini, Standart Dasar pelayanan rumah sakit tersebut, dengan tegas diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.

Penulis: (Can)
Editor: (one)

ca-pub-2508178839453084