Kuat Dugaan Bangunan Rusunawa KADUR Pamekasan Madura Tidak Sesuai Prosedur.

Dibaca: 147 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia
Surabaya, LiputanIndonesia.co.id — Setelah di bangun nya Rusunawa di tujuh pesantren di sampang, Kini mulai merambat di pamekasan, ada nya bantuan Rusunawa ini di karenakan kondisi ponpes yang memprihatinkan, Kamar tidur nya yang sempit, di isi banyak santri atau siswa siswi.
Karena itulah pondok pesantren menjadi perhatian khusus kementrian perumahan rakyat, untuk di perbaiki menjadi lebih layak huni dan bagus.
Namun niat baik dari pemerintah ini di manfa’atkan oleh oknum kontraktor yang korupsi untuk mencari keuntungan sebesar besarnya dengan mengurangi RAB dari bangunan Rusunawa tersebut.
Menurut Laporan tim investigasi LSM laskar pemberdayaan dan peduli rakyat (LASBANDRA) Edy, menyampaikan hasil temuan di lapangan bahwa di temukan banyak penyimpangan dari penggunaan materialnya.
 . 
Seperti besinya menggunakan lebih kecil dari speck yang ada, campuran semen nya kurang,batu bata nya tidak sesuai dan masih banyak lagi penyimpangan yang ada. Bantuan ini menggunakan dana kucuran APBN, jika dalam pembangunannya terdapat penyimpangan berarti ada korupsi dalam proyek tersebut.
Salah satu pentolan proyek rusunawa tersebut berhasil kami confirmasi via telfon, bapak (Dayat Anggersek), Tim Mempertanyakan pelakat proyek, dan redaksi kid  dan bahan matrial yang di pakai di proyek rusunawa sangat berbeda dengan RAB.

“Gak masalah mas yang penting bangunan jadi walaupun tidak sama dengan Aturan RAB, sebab bangunan ini harus cepat dikerjakan, yang penting dana nya masuk dan cair, memang ada masalah buat media atau LSM. ini kan proyek Negara, anda itu siapa kok pingin tahu saja, itu urusan saya gak usah ikut campur mas” kata Bapak Dayat senada menantang seolah olah tidak ada yang memantau proyek tersebut.
Bayangkan dengan pekerjaan yg tidak memperhatikan Aturan RAB dan Spesifikasi anggaran Itu di bilang tidak apa apa, Padahal itu sangat membahayakan pengguna rusunawa di kemudian hari, padahal tempat tersebut sumber untuk mencari ilmu agama akan tetapi seakan akan tidak di perhatikan tingkat kenyamanan dan keamanan dalam segi bangunan serta ketika ditempati oleh santri santri.
Sedangkan pekerjaan proyek masih 90 persen belum selesai sudah ada dinding retak retak, seakan akan kekuatan bangunan jauh dari apa yang di tentukan oleh pemerintah pusat.
Mungkin sudah biasa bagi bapak dayat melakukan pembangunan proyek yang demikian, kerana belum ada tindakan tegas dari instan pemerintah setempat maupun pusat, apa mungkin memang ada Anggaran dana lain yang masuk ke instansi yang bersangkutan.(Rifai).
Baca juga:  BKKBN Provensi Sulut Sewa Ratusan Mikrolet, Penumpang Terlantar Dimanado
ca-pub-2508178839453084