Konsumen di Terror Dijalan, OTO Finance Sewa PT. ADP Sita Unit | Liputan Indonesia

Konsumen di Terror Dijalan, OTO Finance Sewa PT. ADP Sita Unit

Bebas Sita Kendaraan, Diduga PT. ADP di Beckup dan Atensi oleh Oknum Polisi

Advertisement

Liputan Surabaya – PT. Anak Dua Putra (ADP) diduga sarang preman berkedok Debt Collector yang bekerjasama dengan OTO Finance Surabaya, perilaku Debt Collector PT. ADP menerror dengan modus mencegat debitur di jalan raya dan merampas motor milik konsumen yang telat membayar angsuran kreditnya di kantor.

Hal itu dialami oleh debitur inisial bernama WS dan Z yang motornya di tarik paksa dengan modus menipu hendak memberikan solusi keringanan denda hingga 75% dan 0%, namun pada fakta dilapangan berbeda. Banyaknya upaya tipuan kalimat dan bujuk rayu jebakan yang menjajikan membuat debitur terperangkap serta unit motor di rampas dengan alasan pinjam stnk dan kunci kontak buat cek fisik nomer rangka dan mesin.

Kurangnya ketegasan dari pihak penegak hukum dan kuat dugaan ada atensi membuat PT. ADP ini bebas melakukan perbuatan melawan hukum.

Korban WS mengatakan, ” Saya itu sebelum terjadi penarikan paksa dengan bujuk rayu keringanan denda, sebetulnya sudah mengajukan permohonan keringanan denda kepada pegawai Panji dan OTO Finance hari Rabu, 6/11/19,”ujarnya.

Sambung korban, “Tapi anehnya hari Jum’at 8/11/19 sekira pukul 15:00WIB saya di berhentikan hingga akan terjatuh karena kaget di wilayah Sukomanunggal, dan membujuk saya memberikan potongan denda hingga 75% bahkan bisa 0%, adanya kalimat itu saya ya.. Mau saja kan realistis, asal bayar pokoknya, namun setiba di OTO Finance Ruko Ngagel berbeda 100%. Pinjam STNK dan Kunci alasan cek fisik lalu motor saya hilang,”jelasnya.

Sementara, Pimpinan penanggung jawab Rachmat External SPK PT. ADP
(ANAK DUA PUTRA), ” Kalau mau minta keringanan denda langsung ke OTO Mayjen Sungkono, untuk unit motor kita sita mas, sudah senin urus saja di OTO Mayjen Sungkono,” paparnya Jum’at, (6/11/19). Saat mengatakan kepada korban.

Iklan anda Banner Lindo

Banyaknya Finance yang bekerjasama dengan Preman dengan berkedok Debt Collector berbadan hukum serta dugaan kuat atensi dengan penegak hukum, membuat para debt collector bebas meneror masyarakat yang terlambat bayar angsuran, bahkan menyita sepihak unit motor debitur, tanpa melalui mekanisme perbankan. (awr/one)

Iklan AndaKepiting Jimbaran


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close