Komnas HAM: Jokowi diingatkan janji lindungi TKI

Dibaca: 139 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia
Komnas HAM: Jokowi diingatkan janji lindungi TKI

Komnas HAM mengingatkan pemerintahan Joko Widodo akan janji untuk melindungi TKI di luar negeri menyusul eksekusi Siti Zainab di Madinah, Arab Saudi.

Indonesia telah mengajukan protes ke Arab Saudi karena tidak memberikan notifikasi terkait eksekusi yang dilakukan pada hari Selasa (14/04) di Madinah.
Hafid Abbas, anggota Komnas HAM dari bagian mediasi menyatakan eksekusi Zainab ‘tanpa kehadiran negara’ tidak boleh terjadi lagi.
Hafid mengatakan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla harus menepati janji politikya untuk ‘memberikan perlindungan dan hak asasi buruh migran’.
keluarga siti zainab di Bangkalan
Pemerintah Indonesia telah melakukan protes terhadap eksekusi ini dengan memanggil dubes Saudi.
“Janji ini harus ditepati karena disampaikan di hadapan 254 juta orang,” kata Hafid kepada BBC Indonesia.
Namun Hafid mengatakan ia optimistis pemerintah akan melakukan langkah konstruktif untuk ‘memberikan perlindungan maksimal kepada 6,5 juta buruh migran yang menghasilkan Rp100 triliun devisa stiap tahun’.

‘Sandera diplomasi Indonesia’

“Zainab menjadi duka kita semua karena itu tidak boleh terulang lagi, tak boleh ada lagi yang diperlakukan seperti itu tanpa kehadiran negara,” kata Hafid.
Menanggapi eksekusi Zainab ini, sejumlah komentar di Facebook BBCIndonesia antara lain menyebutkan negara harus menghormati hukum di negara lain.
Kesya Aqeela Mazano, antara lain, yang mengatakan, ‘masing-masing negara punya kebijakan dan undang-undang tersendiri … pasti ada alasan untuk tiap hukuman yang dijatuhkan!’
Siti Zainab
Siti Zainab dihukum karena kasus pembunuhan pada tahun 2009.
Sementara Heru Kussudiyanto menulis, “Ya itu adalah risiko bagi sebuah negara yang menerapkan hukuman mati. Hanya bedanya bagi kasus Siti Zaenab jelas berbeda sebab akibatnya.”
Indonesia mendapatkan kritikan dari sejumlah negara termasuk Australia dan Brasil terkait penerapan hukuman mati terhadap terpidana mati narkoba.
Saat ini, menurut Komnas HAM, terdapat 268 orang buruh migran Indonesia yang dijatuhi hukuman mati, paling banyak di Malaysia dan Arab Saudi.
Hafid Abbas mengatakan masalah hukuman mati ini merupakan, ‘sandera bagi diplomasi internasional karena menyangkut hubungan dengan negara lain’.
“Bila kita perhatikan kebaikan ke bangsa lain mereka akan melakukan kebaikan kepada kita,” kata Hafid.(bbc)
Baca juga:  Tahun Politik, Harga Bawang Putih Merangkak Naik
ca-pub-2508178839453084