Ketua DK PWI: Tak Pantas Prabowo Sebut Wartawan Penghancur NKRI

0
Dibaca: 11739 Kali

Jakarta, – Mendengar Capres 2019 Prabowo-Sandi mengatakan ‘ Wartawan Antek Penghancur NKRI ‘ Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ilham Bintang menyayangkan pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis antek pemecah  Republik Indonesia. Tak seharusnya, Prabowo melampiaskan kekesalannya kepada wartawan.

“Saya baca dia kesal sama pers. Tapi disayangkan Prabowo menempuh cara yang tidak benar untuk protes wartawan, seharusnya jangan bicara seperti itu, kan beliau Calon Presiden. Gak perlu bicara arogan begitu,” kata Ilham seperti yang dilansir oleh Medcom.id, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Desember 2018.

Lanjutnya, ” Dia mengungkapkan, untuk mengoreksi produk jurnalistik ada jalur tersendiri, yakni dengan memberikan hak jawab atau hak koreksi. Tentu, jalur itu harus melalui Dewan Pers.”

“Kalau keberatan pun enggak ditujukan ke wartawannya langsung, tapi bisa ajukan ke Dewan Pers. Itu kan sudah diatur dalam Undang-undang Pers,” ungkapnya.

Jika laporan pengadu tak terpenuhi, maka yang bersangkutan bisa menempuh jalur hukum. Namun kenyataannya banyak orang yang ingin instan.

Baca juga:  Oknum Polisi Polres Sampang Intimidasi dan Ancam Wartawan

“Niatnya mau koreksi wartawan tapi cara yang ditempuh salah dan menggunakan diksi yang kesannya bermusuhan wartawan,” katanya.

Namun wartawan senior ini tak yakin Prabowo benar-benar ingin bermusuhan dengan jurnalis. “Saya enggak percaya Prabowo ingin bermusuhan,” tutup Ilham Bintang selaku DK PWI.

Sebelumnya, Prabowo menuding pemberitaan di media sebagian besar memublikasikan berita bohong. Prabowo pun mengajak publik tak usah lagi menghormati jurnalis yang bekerja mewartakan berita.

“Pers ya terus terang saja banyak bohongnya dari benarnya. Setiap hari ada kira-kira lima sampai delapan koran yang datang ke tempat saya. Saya mau lihat bohong apalagi nih,” kata Prabowo di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Desember 2018.

Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu menuding jurnalis dan media bagian dari antek-antek yang ingin menghancurkan demokrasi di Indonesia. Prabowo menuding sikap media yang tidak memberitakan acara reuni 212 tak objektif.

“Boleh kau cetak ke sini dan ke sana, saya tidak mengakui Anda sebagai jurnalis. Enggak usah saya sarankan kalian hormat sama mereka lagi, mereka hanya anteknya orang yang ingin menghancurkan (NKRI) Republik Indonesia,” kata Prabowo Capres 2019. (red)

Baca juga:  Motor Matic Terbakar, Diduga akibat Konsleting‎

Hak Jawab | Koreksi

Please enter your comment!
Please enter your name here