Kepala UPTD Cerme Gersik Lakukan Pungli, Wartawan Jadi Tumbal

Dibaca: 14950 kali

Gresik, LiputanIndonesia.co.id – Kuat Dugaan Kepala UPTD Dinas pendidikan Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik telah lakukan pungli (pungutan liar) biaya LKS (lembar kerja siswa) di setiap lembaga seluruh Sekolah Dasar (SD) dikecamatan Cerme, Kabupaten Gersik.

Dari informasi yang diterima awak media saat klarifikasi, Petugas gabungan polsek rayon barat polres Gresik mendapatkan informasi tentang adanya kejadian yang diduga melakukab pemerasan dilakukan oleh oknum wartawan, dengan modus mengancam dan akan memberitakan praktek pungli LKS yang dilakukan oknum UPTD dinas pendidikan Cerme, Gresik. Jika tidak memberikan sejumlah uang damai kepada oknum wartawan tersebut.

Dari laporan tersebut tim gabungan polsek Cerme kabupaten Gersik, langsung melakukan pengintaian di depan kantor UPTD Dinas pendidikan kecamatan Cerme. Saat keluar dari kantor uptd oknum wartawan tersebut langsung kami tangkap,” tutur salah satu petugas yang tidak mau disebut namanya.

Dari pengakuan Oknum wartawan inisial DS, salah satu wartawan yang di jebak mengatakan, ” Saya merasa dijebak mas, karena saya tidak pernah meminta uang dari kepala UPTD, saya hanya konfirmasi terkait pungli yang dilakukan di SDN banjarsari tapi kepala dinas itu menyelipkan amplop, dan memaksa untuk mengambil. setelah ada kesepakatan. Namun, tiba tiba saya ditangkap oleh polisi dan anehnya didalam amplop ada uang sebesar Rp 2 juta dan ada tulisan dari UPTD Dinas Pendidikan Cerme Gresik.” Kata Wartawan yang dijebak Kepala Dinas UPTD Cerme Gresik.

Seperti yang dilansir media Restorasi Hukum, Saat dikonfirmasi Akp Tatag S, SH. selaku Kapolsek Cerme menyampaikan ” Saya tidak berani memberikan statemen karena takut dipelintir mas, karena setelah saya meninformasikan berita tersebut banyak yang intervensi pada saya.” ungkapnya.

Namun, disinggung terkait kronologi penangkapan Tatag juga tidak mau menjelaskan, atas dasar apa penangkapan tersebut, apakah benar saber pungli padahal kalau dikatakan pungli mestinya pelaku adalah seorang pejabat negara dengan kata lain PNS (pegawai negeri sipil) ataupun pejabat lain yang sudah dapat gaji dari negara tapi masih mencari uang pungutan lain.

Terkait kasus ini, Kapolsek masih belum memberikan keterangan yang dapat dipertangung jawabkan dan terkesan memang penjebakan terhadap wartawan memang benar terjadi, kejadian ini bisa memicu hubungan kemitraan antara wartawan dan kepolisian.

Para awak media yang tergabung dalam Majelis Pers Nasional (MPN) akan terus mengembangkan kasus dugaan Pungli yang dilakukan oleh Kepala Dinas UPTD Cerme Gresik. serta akan melaporkan ke Kepala Dinas Jawa Timur juga akan melaporkan ke pihak Tim Saber Pungli Polda Jatim.

Menurut undang undang dalam kasus penyuapan, yang disuap dan yang menyuap sama-sama pidana. Sesuai ketentuan Pasal 5 jo. Pasal 12 huruf a dan huruf b UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (“UU Tipikor”), baik pelaku pemberi maupun penerima gratifikasi diancam dengan hukuman pidana. (one)