KBRS Gugat Walikota Surabaya dan Jayanata

Komunitas Bambu Runcing Surabaya saat demo diliput oleh media TV lokal JTV

Surabaya – Momentum yang dipilih oleh Komunitas Bambu Runcing Surabaya untuk mendaftarkan gugatan ke PN Surabaya tanggal 19 September 2017 yang berkaitan dengan perobohan cagar budaya rumah radio Bung Tomo, Jalan Mawar 10 Surabaya.

Pemilihan tanggal tersebut berkaitan dengan peristiwa perobekan bendera Belanda Merah Putih Biru menjadi bendera Merah Putih yang terjadi pada tanggal 19 September 1945. Sebagai pengingat peristiwa perobekan bendera itu dilakukan karena kobaran semangat Bung Tomo melalui rumah radio pancar yang bermarkas di Jalan Mawar 10 Surabaya.

Saat ini rumah Radio Perjuangan telah hancur dan rata dengan tanah. Peristiwa penghancuran itu dilakukan oleh PT Jayanata dan pembiaran yang dilakukan pemerintah kota Surabaya yang dipimpin oleh walikota “ Terbaik Dunia “ Tri Rismaharini.

Anggota Komunitas Bambu Runcing Arif, mengatakan ” Rumah itu sudah jelas bangunan yang ditetapkan sebagai cagar budaya berdasar keputusan walikota No. 188.45 / 004 / 402.2.04 / 1998. Atas peristiwa tersebut baik Jayanata maupun Walikota telah nyata – nyata melawan UU No 11 tahun 2010. Bahkan berdasar UU tersebut pasal 105 disebutkan “ Setiap orang yang dengan sengaja merusak cagar budaya, harus diproses secara hukum. ” Ujar Arif. Surabaya, (19/9/17).

Baca:  Gubernur Jatim Terbitkan Pergub Tentang Angkutan Khusus Sewa

Melalui kuasa hukumnya Rumah Kemalahatan Indonesia ( RKI ) “ The Law Office OS & Patners “ , Pelapor yang merupakan perwakilan rakyat Surabaya dan rakyat Jawa Timur yang berjumlah sekitar 100 orang yang diwakili oleh 8 orang memberikan kuasanya untuk melakukan gugatan class action yang diujukan kepada Walikota Surabaya dan Jayanata.

Dalam gugatan tersebut pihak Jayanata dan Walikota merupakan tergugat tanggung renteng dengan nilai gugatan sebesar 17.081.945.000 ( Tujuh Belas Milyar, Delapan Puluh Satu Juta, Sembilan Ratus Empat Puluh Lima Ribu Rupiah ).

Dalam pernyataannya, Okky Saputra sebagai perwakilan kuasa hukum mengatakan “ Apa yang dilakukan oleh Komunitas Bambu Runcing Surabaya ini dengan melakukan gugatan class action perbuatan melawan hukum yang disertai dengan permohonan ganti rugi dalam bentuk keperdataan merupakan bentuk kesadaran dan kontrol warga kepada siapapun terutama pemerintah agar berhati hati dan berkomitmen terhadap sebuah keputusan yang sudah dibuat.

Lanjutnya ” Selain itu gugatan ini dimaksudkan sebagai bentuk keseriusan perjuangan panjang Komunitas Bambu Runcing Surabaya dalam memperjuangkan Rumah Perjuangan Radio Bung Tomo. ” Ucapnya.

Baca:  Rapper " Iwa K " Tertangkap Bawa Ganja, Di Bandara Soekarno - Hatta

Gugatan ini akan diserahkan dan akan didampingi oleh kuasa pengguggat yang berjumlah sekitar 100 orang disertai dengan aksi teatrikal kembalikan Rumah radio Bung tomo oleh oleh anak – anak muda yang tergabung dalam SID. Dalam teatrikal itu mereka akan melakukan telanjang dada dengan tulisan didada “ Kembalikan Rumah Radio Bung Tomo “ dan aksi tutup mulut.

Diharapkan juga gugatan akan diserahkan oleh salah seorang perwakilan veteran perang perjuangan 10 Nopember 1945. Gugatan akan diserahkan pada pukul 12.00.

Sebagai pengingat bahwa tuntutan KBRS dalam kaitan dengan penghancuran Rumah radio Bung Tomo adalah : Tegakkan proses hukum kepada semua yang terlibat dalam penghancuran Rumah Radio Bung Tomo, Bangun Kembali, Ambil alih oleh Pemkot Surabaya dan Fungsikan untuk kepentingan publik berkaitan dengan kegiatan pembangunan nasionalisme dan nilai – nilai perjuangan para pahlawan Indonesia. (rif)

Bagikan berita ini

Hak Jawab / Hak Koreksi:
Via Email:
Redaksi@LiputanIndonesia.co.id
Newsliputanindonesia@gmail.com
Baca Lainnya