Kasus Penipuan Batubara Ditahan Dengan Ranjang Pasien Dan Infus

Surabaya, LiputanIndonesia.co.id – Kasus Komisaris PT Energy Lestari Sentosa (ELS) Artsindo, Eunika Lenny Silas (47) resmi ditahan, hasil dari putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya di Rutan Klas 1 Medaeng, Sidoarjo, hingga 20 hari ke depan.

Dilakukan penahanan ini, setelah hakim memutuskan terdakwa Lenny Silas menjalani pemeriksaan kesehatan 8 jam secara maraton di RS Onkologi, Surabaya. Karena dari pengakuannya sakit kanker payudara ganas yang diidap terdakwa Lenny Silas, hal ini agar terhindar dari proses hukum yang telah menimpanya.

“ Kita sudah masukkan kembali ke Rutan Medaeng,” ujar Putu Sudarsana, Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kamis malam (19/5/2016).

Menurur informasi yang didapat awak media, Sekitar pukul 09.30 pagi WIB, Lenny datang dengan menggunakan ranjang pasien dari RS Bhayangkara, terdakwa Lenny Silas memasuki mobil ambulan dibawa menuju RS Onkologi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih spesifik.

Sekira pukul 10.13 siang WIB, Lenny tiba di rumah sakit spesialis kanker tersebut dan langsung menjalani serangkain pemeriksaan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Selang beberapa jam kemudian, dokter menyatakan Lenny sehat dari penyakit kanker ganasnya dan tidak perlu menjalani perawatan lanjutan.

Baca:  Bude Karwo: PKK Jatim Berkomitmen Bantu Pemprov Tangani Kusta

Keputusan dokter RS Onkologi itu sontak mendapat perlawanan.               HK Kosasih selaku kuasa hukum terdakwa yang melakukan protes dan tidak puas dengan pernyataan sehat itu.

“ Saya sangat kecewa dengan putusan hakim, karena yang memeriksa Lenny hanyalah dokter jaga IGD RS. Onkologi yang tidak punya keahlian penyakit kanker. Dia juga tidak berkordinasi lebih dulu dengan dokter yang pernah menangani Lenny,” ujarnya
saat ditemui.

Kekecewaan Kosasih ini nyaris menggoyang tekad jaksa untuk tidak mengembalikan Lenny ke dalam rutan Medaeng lagi. Jaksa sempat menghubungi Hakim Efran Basuning dan menyampaikan keluhan Kosasih dan keluarga terdakwa Lenny.

Efran Basuning pun membenarkan kekecawaan itu.

“Tadi memang Jaksa hubungi saya, kalau keluarganya tidak puas dengan hasil pemeriksaan dokter Onkologi dan minta untuk dirujuk ke RS Mitra Keluarga. Dan saya jawab secara lisan, sepanjang dokter Mitra Keluarga mau bertanggung jawab silahkan,” terang Hakim Efran melalui selulernya.

Sekitar pukul 17.30 petang WIB, Lenny Silas keluar dari RS Onkologi, wartawan pun mengikuti ambulan yang mengangkut Lenny kembali ke, Rutan Medaeng.

Sekitar pukul 18.30 malam WIB, ambulan pengangkut Lenny tiba di Rutan Medaeng. Perdebatanpun kembali terjadi, Pihak kuasa hukum Lenny kembali meminta agar Rutan Medaeng menolak penahanan kliennya.

Baca:  Polres Kediri Dilaporkan ke Propam Polda Jatim, Terkait Kasus Penganiayaan

Namun, perdebatan itu berakhir setelah pihak Rutan membaca hasil medis yang diterbitkan RS Onkologi.

Tepat pukul 20.22 WIB Lenny Silas dijebloskan ke Medaeng, sambil berbaring diatas ranjang pasien dengan beberapa selang infus masih menempel di tubuh.

Kepala Seksi Pembinaan Rutan Kelas 1 Surabaya, memastikan terdakwa Lenny telah ditahan lagi.
“Intinya dia sudah membaik dan kembali ditahan,” ujar Aris kepada wartawan.

Seperti yang dikutip dari media Deliknews, Terpisah, Alexander Arif selaku kuasa hukum Pauline Tan (Pelapor) menyatakan, sakit yang diperankan terdakwa Lenny sebagai skenario lanjutan.

“Dari awal kita sudah membaca, kalau sakit itu hanya bagian dari skenario saja,” ungkap Alexander Arif.

Menurutnya, skenario sakit itu, sebagai bentuk pembodohon terhadap para penegak hukum dan hanya untuk menghambat jalannya persidangan.

“Sekarang sudah semakin jelas siapa yang berbohong dan bermain opini, apa masih kurang skenario ini dilakukan, kalau bisa diakhiri lah, publik juga bisa menilai,” sambung Alexander Arif. (one)

Bagikan berita ini

Baca Lainnya