Kapolsek Genteng Surabaya Silahturrahmi, terkait kesalah pahaman pada DKS dan KBRS

0
3882
Silaturahmi Kapolsek Genteng dengan Seniman DKS dan KBRS serta perwakilan warga Surabaya, terkait ke salapahaman dalam penanganan Aksi Unras di DPRD Kota Surabaya.

Surabaya – Long March (aksi turun ke jalan) gabungan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Komunitas Bambu Runcing Surabaya (KBRS), LSM, Ormas, dan warga Surabaya yang peduli dengan Masjid As Sakinah dan Cagar Budaya melakukan aksi turun ke jalan pada Jumat, 15/12/17, menuai konflik dengan adanya pemukulan oknum Polisi yang memicu arogansi petugas lainnya. Hingga terjadi kericuhan dengan massa saat berada di depan Kantor DPRD Kota Surabaya, Sabtu (15/12/17).

Dalam aksi Long March atau turun ke jalan dengan tema Protes Seni dan Budaya yang dilakukan oleh puluhan gabungan aktivis dan warga Surabaya, menuntut Walikota dan DPRD kota Surabaya agar membangun masjid dan menolak pembangunan Gedung type B DPRD di komplek balai pemuda yang mana ditempat tersebut adalah peninggalan sejarah perjuangan Arek Arek Suroboyo.

Sementara dalam menyampaikan protes perobohan masjid Assakinah dan penjarahan Balai Pemuda di halaman DPRD kota Surabaya kemarin, ada salah satu anggota oknum Polisi melakukan pemukulan terhadap salah satu Aktivis 98, Isa Ansori yang sekaligus dosen serta selaku Dewan Pendidikan Jatim. Sehingga menuai polemik baru. Namun dalam kasus ini pihak Polsek Genteng Surabaya telah berkomunikasi dan meminta maaf secara pribadi dan ia juga akan memproses disiplin anggota yang telah melakukan pelanggaran pemukulan kepada masyarakat saat masuk di halaman gedung DPRD.

Baca juga:  Tingkatkan Kesejahteraan, Gubernur Tekankan Pentingnya Industri dan Pembiayaan
Lawyer dan perwakilan DKS, KBRS serta warga Surabaya, saat mediasi permintaan maaf dari Kapolsek Genteng Surabaya.

Saat melakukan mediasi dan meminta maaf disalah satu cafe di daerah balai kota  Surabaya, Kompol Ari Setiawan selaku Kapolsek Genteng menyampaikan, seluruh jajaran Mapolsek Genteng tidak menduga adanya kejadian aksi dorong-dorongan terhadap massa.

“Saya selaku Kapolsek Genteng, meminta maaf kepada rekan-rekan KBRS. Kejadian ini merupakan tanpa kesengajaan, sehingga melakukan pemukulan terhadap Massa,” ujar mantan Kapolsek Dukuh Pakis ini, Sabtu (16/12).

Lanjut Ari, ” Maka dari itu saya masih baru menjabat di Polsek Genteng Surabaya, kami mencari seduluran, untuk terciptanya keamanan, kenyamanan serta ketertiban Kota ini” ucapnya.

“Mari, kita menjaga keamanan Kota Surabaya bersama saudara saudara yang tergabung di KBRS beserta Masyarakat Kota Surabaya, agar bisa terkendali, takutnya  DkS dan KBRS ada yang mengadu domba atau ditunggangi oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab ” imbuhnya

Sedangkan Joko Setiono selaku Kanit intel Polsek Genteng menambahkan, ” Saya berjanji perihal ini sebagai pelajaran kami, dan akan lebih komunikatif lagi pada warga, saya harap masalah ini dapat diatasi secara kekeluargaan, kami minta maaf yang sebesar-besarnya, dan semoga kejadian ini tidak terulang kembali ” Ucapnya.

Baca juga:  Remaja hina dan ancam Presiden Dimaafkan

Masih Joko “Saya menambahkan apa yang disampaikan Kapolsek, kejadian ini hanya miss komunikasi. Kami menyadari bahwa rekan-rekan pasti kelelahan saat berjalan melakukan Long March dari wilayah Manukan,” imbuh AKP Joko.

Dalam waktu bersamaan, Isa Ansori yang merupakan Korban pemukulan dan Aktivis KBRS ini menyampaikan ” hal yang paling sulit dalam hidup adalah memberi maaf kepada mereka yang telah berbuat salah kepada kita. Namun sebelum saya sudah maafkan secara pribadi, akan tetapi wajib diproses secara kode etik, agar kedepan nama baik Polri tidak tercemar dengan adanya arogansi oknum anggota yang tidak bisa mengayomi masyarakat.” Katanya.

” Sebetulnya yang saya sesalkan kok bisa  pengayom masyarakat langsung main pukul seperti itu, yang seharusnya komunikatif dan mengayomi malah main pukul, kita kan bukan maling, justru mereka lah maling Cagar Budaya dan tempat ibadah, Semua sebagai kekuatan rakyat yang bermartabat dan berbudaya, maka KBRS memberi maaf terhadap insiden kemarin, sehingga jangan sampai terulang kembali, karena yang diperjuangkan KBRS adalah bagaimana menjadikan surabaya menjadi Kota yang berbudaya dan beradab.” ujar Isa Ansori, selaku Korban Pemukulan. (one/tim)

Baca juga:  Rayakan HUT RI ke-72, RW 8 Digul jalan sehat dan bagi hadiah
Bagikan berita ini

Berita Video

#infolinksbanner_dapatduitonline
hak-jawab-hak-koreksi-hak-tolak-lindo iklan-adsense
#infolinksbanner_dapatduitonline