Kabareskrim Berikan Sangsi, Pada Polisi yang Penjarakan Pengguna Narkoba

Foto: Komjen Anang Iskandar.


Jakarta –
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Anang Iskandar, janji akan menegur dan memberikan sangsi di jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba di seluruh Indonesia jika dalam proses penindakan terhadap penyalahgunaan narkoba tetap dilakukan penahanan. Menurutnya penyalahgunaan atau pengguna narkoba adalah orang sakit yang perlu di obati dan wajib rehabilitasi.

Dalam hal ini, menyusul terbitnya Telegram Rahasia (TR) Kapolri bernomor 865/X/2015 tertanggal 26 Oktober 2015 lalu tentang pembentukan Tim Asesmen Terpadu (TAT) sebagai langkah menangani para pengguna narkoba, sebab pengguna atau penyalahgunaan narkoba sangat penting di obati agar mereka sembuh dari ketergantungan narkoba. Namun bila ditahan tanpa diobati mereka akan lebih condong terus menggunakan narkoba, walaupun ditahan setelah bebas akan kembali memakai narkoba kembali.

” Saya akan tegur, jika benar terbukti melanggar TR Kapolri akan dikenakan sangsi. Ini berlaku di seluruh Indonesia. Karena ini amanat Undang-undang dan perintah Kapolri ” kata Anang di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/1/2016).

Undang-undang yang dimaksud Anang adalah Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika di mana salah satu isinya mengatur tentang pengguna narkotika harus direhabilitasi.

Baca:  Polres Jombang Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuh Istri Polisi

Menambahkan, Anang menyarankan kepada para pengguna narkoba untuk tidak takut mengajukan gugatan praperadilan bila dalam proses hukumnya polisi melakukan penahanan.

Seperti yang dikutip dari liputan6 ” Polisi bisa dipraperadilankan. (Status) tersangka saja bisa diperadilan, apalagi menahan, Jika anggota polisi tidak mentaati TR Kapolri laporkan ke Mabes Polri, melalui website resmi kami www.polri.go.id akan kita kenakan sangsi disiplin ” ucap Anang.

Bagikan berita ini

Hak Jawab / Hak Koreksi:
Via Email:
Redaksi@LiputanIndonesia.co.id
Newsliputanindonesia@gmail.com
Baca Lainnya