Jusuf Kalla dan Para Tokoh Islam Minta Jokowi – Prabowo Segera Bertemu

Dibaca: 1272 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Liputan Indonesia, Jakarta – Wacana untuk mempertemukan Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto terus bergulir. Berbagai pihak mendorong pertemuan dua calon presiden tersebut untuk mendinginkan suasana politik yang sempat memanas sebagai imbas pelaksanaan Pilpres 2019.

Usulan itu misalnya datang dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan para tokoh Islam yang baru saja menggelar pertemuan di rumah JK di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (22/4/2019).

“Tentu diharapkan makin cepat makin baik apabila Pak Jokowi dapat bertemu dengan Pak Prabowo,” kata JK seusai pertemuan.

“Tentu kita semua mendukung apabila ada rekonsiliasi seperti itu, sehingga rekonsiliasi di bawah juga bisa cepat dicapai,” imbuh JK yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu.

Sejumlah tokoh Islam yang hadir dalam pertemuan di rumah JK antara lain Ketum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, KH Salahuddin Wahid, dan mantan Ketua MK Prof Dr Mahfud Md.

Selain itu, ada pula Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nazaruddin Umar, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Dr Din Syamsuddin, cendekiawan Muslim Prof Dr Komaruddin Hidayat, dan Ketua Umum ICMI Prof Dr Jimly Asshiddiqie.

Pertemuan di rumah JK itu sendiri salah satu agendanya memang membahas kondisi masyarakat setelah Pemilu yang masih terbelah dan terpolarisasi. Kalla dan para tokoh Islam merumuskan sejumlah usulan yang perlu diambil para elite politik untuk meredam konflik.

Salah satu usulan adalah mendorong pertemuan kedua capres secara langsung, yakni Jokowi dan Prabowo.

Dalam kesempatan itu, JK juga menyerukan agar masyarakat tenang dan menunggu rekapitulasi resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengetahui hasil Pilpres 2019.

Baca juga:  Video: Kami Rakyat Jokowi (Song Official #01 By: Abu Fatih)

Kalla berharap masyarakat dan para elite politik tidak main hakim sendiri dan menyerahkan segala bentuk kecurangan pemilu ke jalur hukum.

“Semoga masyarakat tertib dan menunggu dengan sabar tanggal 22 (Mei) tanpa berbuat ada kekerasan ataupun perselisihan,” kata JK.

Seperti dijadwalkan, KPU secara resmi akan mengumumkan hasil Pilpres pada 22 Mei 2019.

“Jadi apa pun masalahnya tentu dapat diselesaikan oleh Bawaslu atau Mahkamah Konstitusi. Jangan ada yang berbuat (main hakim) sendiri-sendiri,” lanjut dia.

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengusulkan agar pertemuan Jokowi dan Prabowo tersebut sebaiknya dilakukan dalam suasana santai tanpa membahas politik.

“Sebaiknya segera mengadakan pertemuan, untuk meredakan (ketegangan masyarakat) yang di bawah. Nggak usah lama-lama, ngopi saja, nggak usah ngomong politik,” ujar Jimly saat ditemui di sela pertemuan tokoh Islam di kediaman Wapres JK, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Jimly berharap pertemuan informal itu terjadi dalam kapasitas Jokowi dan Prabowo sebagai pribadi, bukan sebagai presiden dan calon presiden. Ia yakin, meski berlangsung singkat, pertemuan Jokowi dan Prabowo akan memberi makna yang dalam bagi masyarakat.

“Itu memberi sinyal kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa di antara dua tokoh bangsa ini nggak ada masalah,” katanya.

Jimly juga menyarankan kepada kedua kubu, baik dari kubu Jokowi-Ma’ruf maupun kubu Prabowo-Sandi, sama-sama menahan diri dengan tidak melakukan deklarasi yang mengklaim kemenangan dalam Pilpres 2019. Begitu pula acara syukuran kemenangan sebaiknya juga ditunda dulu.

“Tunggulah, percayakan segala proses ini kepada keputusan resmi KPU. Dan nanti kalau ada ketidakpuasan, bawa ke MK. Tugas timses (capres) menghimpun alat bukti (jika ada dugaan kecurangan). Bawa ke MK. MK akan membuat persidangan terbuka, dan di situ publik akan belajar mengenai mana yang benar dan mana yang masalah,” imbuh Jimly yang juga mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) itu. (red)

Baca juga:  Demo Ahok 4 November, Satu Korban Meninggal Dunia
ca-pub-2508178839453084