‘Jual Ganja’ JPU Suparlan Hanya Tuntut 1 Tahun Penjara, Hakim Curiga

Dibaca: 1300 kali

Surabaya – Hakim Cokorda Gede Arthana, SH, MH yang memimpin sidang anak dengan dengan terdakwa Ade Rizky Mahendra (16), merasa heran dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Suparlan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Pasalnya terdakwa dibawah umur tersebut, oleh JPU dikenakan dengan pasal 111 ayat (1) dan hanya di tuntut selama 1 tahun penjara. (25/10)

Hal ini terungkap saat awak media menemui kuasa hukum terdakwa, Patni, dari lembaga bantuan hukum (LBH) LACAK Surabaya. Saat diwawancari usai sidang tertutup tersebut, Patni menyampaikan bahwa pada saat jalannya sidang, hakim sempat merasa heran dan menanyakan berapa minimal hukuman pasal 111 ayat (1) kepada JPU.

“ Lho kok 1 tahun, memang berapa sih ancaman hukumannya ( pasal 111 ayat (1) ).” Ucap Patni menirukan pertanyaan hakim Cokorda.

Menurut Patni, ancaman hukuman dari terdakwa yang terjerat pasal 111 ayat (1) sesuai KUHP adalah 4 tahun. Akan tetapi dikarenakan yang terjerat pasal tersebut adalah seorang anak di bawah umur, maka sepatutnya ancaman hukuman tersebut bisa dikurangi setengahnya yakni 2 tahun.

“ Ya mungkin, JPU punya pertimbangan lain jadinya dituntut cuma 1 tahun, mungkin untuk mempercepat persidangan juga salah satunya. Karena itu adalah kewenangan JPU sepenuhnya. “ ujar Patni

Lebih lanjut kuasa hukum yang berpenampilan sederhana tersebut menyampaikan bahwa pada saat pemeriksaan, terdakwa saat ditanya mengatakan bahwa selain menghisap rokok ganja tersebut, terdakwa juga mengaku memperjual belikan ganja tersebut dalam bentuk rokok lintingan.

Akhirnya hakim, memjatuhkan vonis kepada terdakwa Ade Rizky Mahendra dengan hukuman 10 bulan di kurangi masa tahanan. Dan terdakwa diharuskan menjalani sisa masa tahanannya di Lembaga Sosial Pendidikan Rutan Medaeng.

Untuk diketahui, terdakwa Ade Rizky Mahendra ditangkap pada hari Rabu 26/09/2018 disebuah kamar kos di daerah jalan Medokan Ayu Utara pada pukul sekira 21.00 WIB atas laporan warga yang mengetahui adanya penyalah gunaan narkoba oleh terdakwa.

Saat digeledah, ditemukan 10 poket narkotika jenis sabu seberat 16,78 gram dengan plastiknya, 1 alat hisap, 4 buah pipet kaca,2 pak kertas rook,1 buah korek api, 1 buah timbangan,1 buah piring plastic, 5 buah skrop teerbuat dari sedotan dan selang karet transparan. Selain itu juga ditemukan 1 bungkus plastic transparan seberat 0,892 gram yang diakui kepemilikannya oleh saksi M Shobirin bin Slamet. (awr/j4k)