Jokowi: Yang Suruh Makan Jalan Tol Siapa? Bikin Sakit Perut

Dibaca: 1196 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia


Liputan Indonesia, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung soal pembangunan jalan tol di era pemerintahannya yang dikritik sebagian orang dengan mengatakan ‘kami tidak makan jalan tol’.

Dalam peringatan ke-73 HMI dan syukuran penetapan Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional di kediaman Akbar Tandjung, Jl Purnawarman No 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/2019), Jokowi kembali bersuara menghadapi mereka yang mengkritik pembangunan infrastruktur, terutama jalan tol, di era pemerintahannya.

Para pengkritik yang tak setuju dibangunnya ratusan kilometer jalan tol mengatakan, ‘kami tidak makan jalan tol’. Pada kesempatan ini, Jokowi mengatakan, tidak ada yang menyuruh orang untuk makan jalan tol.

“Karena ada yang sampaikan ‘Pak kami tidak setuju dengan jalan tol, kami tidak makan jalan tol’. Ada yang sampaikan itu. Yang suruh makan jalan tol siapa? Makan semen sama aspal malah sakit perut,” kata Jokowi di depan para kader HMI dan Korps Alumni (HMI).

Polemik ini berlanjut karena akhir pekan sebelumnya, Walikota Semarang Hendi Hendrar Prihadi yang berkelakar di sela-sela pertemuan Jokowi dengan pengusaha di ibukota Jawa Tengah itu.

“Saya katakan ‘tolong sampaikan kepada saudara-saudara anda jika tidak dukung Jokowi jangan pakai jalan tol’, Itu pesan yang ingin saya sampaikan kepada pendukung saya bahwa pilihan mereka itu tidak keliru,” kata Hendi.

Pernyataan itu berbuntut, bahkan dikomentari calon legislator PAN Faldo Maldini. Jadilah mereka saling balas di twitter.

Pada akhirnya, Jokowi menjelaskan, pembangunan jalan tol di Indonesia sebenarnya sudah lama dilakukan, sejak proyek Jagorawi tahun 1978. Namun selama 40 tahun belakangan, yang baru terbangun hanya 780 km.

“Sejak tahun 1978 sejak dibangunnya Jagorawi, sepanjang 50 km, dan 40 tahun kemudian kita ini baru bangun jalan tol 780 km. Itu 40 tahun jaraknya,” kata Jokowi.

Baca juga:  KPK Akan Tangkap Megawati, Terkait Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia

Jokowi menambahkan, China sekarang sudah punya jalan tol yang kalau ditotal panjangnya 280 ribu km.

“Ini kita pasti ada yang salah. Oleh sebab itu saya sampaikan ke menteri bahwa daya saing harus dikejar, infrastruktur sebagai fondasi supaya kita bisa bersaing dengan negara lain,” urai Jokowi.

Jokowi memaparkan, terhitung 2018 akhir, pemerintahannya sudah membangun 782 km selama 4 tahun.

“Insya Allah sampai akhir tahun ini akan selesai 1.855 km. Kita harus kejar ketertinggalan,” kata Jokowi.

Pada kesempatan itu, politisi senior Partai Golkar yang juga almunus HMI, Akbar Tandjung, menekankan dukungannya pada Jokowi agar bisa terpilih kembali sebagai Presiden RI.

Akbar menilai, apa yang dikerjakan Jokowi selama 5 tahun terakhir sebagai Presiden RI berlangsung dengan baik. Dia berharap Jokowi bisa melanjutkan kepemimpinan sebagai Presiden RI untuk periode kedua.

“Inilah Pak Jokowi yang menurut saya memperlihatkan keberhasilan dalam pembangunan nasional kita dalam 5 tahun terakhir,” ungkapnya.

“Saya ingin mendoakan semoga Pak Jokowi dapat melanjutkan pembangunan di tahun-tahun akan datang. Mohon di-amin-kan,” kata Akbar di hadapan kader HMI dan para alumninya.(red)

ca-pub-2508178839453084