Jelang Pilpres 2019, Harga Bawang Putih “Sengaja di Monopoli”

Dampak Aturan Pemerintah, Bawang Putih Mahal

Dibaca: 1186 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Liputan Indonesia, Surabaya – Hasil pantauan di Pasar Induk Mangga Dua di Jalan Jagir Surabaya, harga komoditas bawang putih kembali naik. Hari ini, bawang putih jenis Cutting untuk harga jual mencapai Rp 40 ribu. Untuk jenis Sinco harga jual Rp 25 ribu, dan untuk bawang putih kupas dijual seharga Rp 28 ribu per kilogram.

“Untuk jenis Cutting kita kulakannya (ambil dari pengepul) seharga Rp 38 ribu, kita jualnya Rp 40 ribu, itu masih rugi. Untuk harga jual eceran Rp 42 sampai Rp 45 ribu,” kata Ismail pedagang di Pasar Mangga Dua Surabaya, Senin, (11/3/2019).

Lelaki itu menyebut kenaikan harga bawang putih yang kembali terjadi, membuat dia tidak bisa kulakan dalam jumlah besar. Masyarakat atau konsumen juga mengurangi belanjaannya. Kata dia, yang biasanya membeli 5 kilogram kini menggurangi belanjaannya menjadi rata-rata hanya dua kilogram. Konsumen lainya ada yang memilih membeli bawang putih jenis kupas, seharga Rp 28 ribu. Dipastikan itu untuk menyiasati uang belanja mereka.

“Banyak yang memilih beli eceran, yaitu jenis kupas seharga Rp 28 ribu per kilogram,” terang pedagang yang mengaku sudah 15 tahun berdagang di pasar tersebut.

Dirinya juga mengaku heran, kenapa harga bawang putih terus naik. Bahkan, esok hari harga bawang yang akan masuk ke pasar dikabarkan juga dengan harga berbeda. Apakah kenaikan harga itu terjadi akibat jelang pemilihan presiden, dia mengaku tidak paham dan tidak bisa berkomentar.

Namun, meski mengaku tidak sepenuhnya memahami soal lonjakan harga khususnya untuk bawang putih, lelaki itu mengatakan sempat mendengar cerita kalau kenaikan harga bawang putih lantaran impor yang dihentikan oleh pemerintah.

Baca juga:  Puluhan tersangka pembunuh pasangan Kristen ditangkap

“Maaf, saya tidak tahu pasti, saya dengar ini karena impor bawang putih yang dihentikan oleh pemerintah,” katanya.

Sebagai pedagang, dia berharap kondisi ini tidak berlarut-larut karena bawang putih adalah bagian kebutuhan dapur yang tidak bisa ditinggalkan. Dia mengatakan, ketersediaan pasokan barang dan stabilnya harga akan mempengaruhi kondisi pasar dan juga masyarakat.

Menurutnya, jika di dalam negeri ketersediaan barang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan, maka tidak ada salahnya langkah bijaksana harus ditempuh oleh pemerintah, yakni membuka kembali ijin import bawang putih.

“Kalau memang di dalam negeri kurang, tidak ada salahnya jika impor dilakukan. Itu untuk menjaga kestabilan harga, kasihan rakyat kecil,” tegasnya.

Tidak salah yang disampaikan lelaki itu, artinya salah satu pemicu kenaikan harga bawang putih di pasaran termasuk di Surabaya, lantaran kebijakan pemerintah soal Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) oleh Kementerian Pertanian, yang berhenti.

Harga Mencekik Rakyat dan Pedagang, Untung Tipis Habis untuk Transport

Lain Ismail, lain juga yang diceritakan Sulastri, ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan kebutuhan dapur di pasar Dukuh Menanggal dekat rumahnya, di kawasan Surabaya Barat. Ditemui usai kulakan di Pasar Mangga Dua, Sulastri membenarkan jika harga bawang putih terus naik.

“Jenis Cutting saya kulakan dihargai 40 ribu, Sinco harganya sudah 27 sampai 29 ribu, itu pun katanya besok (Selasa) harganya naik lagi. Karena modal saya sedikit saya tidak berani beli banyak, hanya 10 kilogram untuk dijual kembali,” kata Sulastri.

Perempuan satu anak itu pun mengaku tidak bisa mengambil keuntungan lebih, lantaran harga kulakan dan harga jual kembali juga sangat mepet.

“Kita ndak bisa ambil keuntungan banyak, lantaran harga kulakannya sudah mahal, dan maaf keuntungan yang sedikit itu pun habis untuk ongkos transport atau beli bensin,” akunya.

Baca juga:  Resmob Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tangkap Jaringan Curanmor dan Curas

Selain di Pasar Mangga Dua, di Pasar Wonokromo Surabaya juga sama. Kenaikan harga bawang putih juga menjadi pergunjingan, pedagang mengaku tak mampu berbuat apa-apa, harga kulakan yang sudah tinggi membuat mereka tidak bisa mengambil keuntungan lebih banyak.

Konsumen atau umumnya kaum ibu pun sama, harus menyiasati uang belanjanya agar semua kebutuhan dapur terpenuhi. Untuk kebutuhan bawang putih mereka mengaku hanya membeli secukupnya untuk bisa dipakai beberapa hari.

“Iya harga bawang putih terus naik, ini tadi saya beli satu kilonya Rp 39 ribu. Ndak tahu ya kenapa harga bawang putih terus melonjak, apakah ini ada permainan menjelang pemilu?,” ucap Nunik pegawai bank swasta yang tengah berbelanja di pasar Wonokromo.

Kembali mengingatkan, setelah diguncang kenaikan harga sebulan lalu. Kini harga bawang putih kembali membumbung, untuk harga eceran jenis Cutting dijual dengan harga Rp 42 ribu hingga Rp 45 ribu. Dengan kondisi ini, masyarakat bawah yang paling terdampak. (one)

ca-pub-2508178839453084