Trending News

Jalan Gubeng Ambles, JPU Sebut Fuad Benardi Putra Walikota Surabaya Jadi Saksi

Advertisement Jalan Gubeng Ambles Fuad Benardi Putra Walikota Surabaya Jadi TErsangka, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Jalan Gubeng Ambles Fuad Benardi Putra Walikota Surabaya Jadi TErsangka, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaruLiputan Indonesia | Surabaya – Ada enam terdakwa dalam kasus amblesnya jalan Gubeng akhirnya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan agenda pembacaan dakwaan.

Adapun Keenam terdakwa tersebut adalah Budi Susilo, Rendro Widoyoko, Aris Priyanto (berkas pertama) dan Ruby Hidayat, Lawi Asmar Handrian, Aditya Kurniawan Eko Yuwono (berkas kedua), Senin, (07/10).

Sempat juga mencuat nama putra sulung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Fuad Benardi, dalam kasus tersebut. Fuad sendiri juga pernah diperiksa oleh penyidik Polda Jatim pada Maret 2019 lalu.

Dalam kasus ini, Jaksa Penuntut Umum Rakhmat Hari Basuki dalam dakwaannya mengatakan bahwa ke enam terdakwa didakwa telah melakukan menyuruh dan turut serta dengan sengaja merusak bangunan yang menimbulkam bahaya bagi keamanan lalu lintas.

                   

“Para terdakwa telah melanggar sebagaimana diatur dalam Pasal 192 ke-2 KUHP atau Pasal 63 ayat (1) UU NO 38 Tahun 2004 tentang jalan. Sedangkan dalam berkas yang kedua ada Pasal tambahan seperti Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang turut serta,” ucapnya

Dalam dakwaan JPU tersebut, kedua penasehat hukum keenam terdakwa menyampaikan tidak akan mengajukan upaya hukum lain, yakni Nota Keberatan (Eksepsi).

Iklan anda Jalan Gubeng Ambles Fuad Benardi Putra Walikota Surabaya Jadi TErsangka, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

“Setelah kami berdiskusi dan mencermati apa yang disampaikan oleh JPU, kami sepakat tidak akan mengajukan Eksepsi yang mulia, nanti keberatan kami akan kami masukkan dalam Nota Pembelaan (Pledoii) saja,” kata penasihat hukum terdakwa.

Ketua majelis hakim R. Anton Widyopriono setelah mendengarkan dakwaan dan ucapan penasehat hukum terdakwa akhirnya menunda sidang dan menjadwalkan bahwa persidangan bakal digelar seminggu 2 kali.

“Sidang kita gelar seminggu 2 kali ya. Karena banyaknya berkas yang perlu pembuktian dan diperiksa,” kata hakim Anton.

Hari Basuki, ketika di konfirmasi usai persidangan terkait tidak ditahannya para terdakwa menyampaikan bahwa sejak awal kasus ini bergulir, keenam tersangka memang tidak dilakukan penahanan.

“Sejak awal kan memang tidak ditahan,” kata Hari.

Saat di konfirmasi tentang Fuad Benardi, putra sulung Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, JPU Hari mengatakan cuma sebagai saksi. “Cuma jadi saksi saja. Ya nanti hadir memberikan keterangan,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim)menetapkan enam orang tersangka dalam kasus amblasnya Jalan Gubeng, Surabaya, yang terjadi pada 18 Desember 2018 silam.

Mereka adalah Ruby Hidayat selaku Projek Manager PT Saputra Karya; Aris Priyanto selaku Side Manager dari PT NKE; Budi Susilo selaku Dirut PT NKE; Rendro Widoyoko selaku Manager PT NKE; Lasmi Awar Handrian selaku Engenering SPV PT Saputra Karya dan Aditya Kurniawan yang merupakan Side Manager PT Saputra Karya.

Terpisah, Achmad Rifai selaku Sekjen LSM Lasbandra mengatakan, ” Terkait kasus Amblesnya jalan Gubeng perlu dikawal oleh LSM dan Media, sebab banyak dugaan ini adalah atensi, jangan sampai mereka lolos, dugaan sarat korupsi ada,” ucapnya. (awr)

🔴 Baca Lainnya:

Advertisement Jalan Gubeng Ambles Fuad Benardi Putra Walikota Surabaya Jadi TErsangka, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
Iklan AndaJalan Gubeng Ambles Fuad Benardi Putra Walikota Surabaya Jadi TErsangka, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Tinggalkan Balasan



Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close