Ini Tanggapan Humas Daop 8 PT. KAI, Terkait Judi dan Prostitusi di Bantaran Rel Stasiun Wonokromo | Liputan Indonesia
Ini Tanggapan Humas PT. KAI, Terkait Judi dan prostitusi di Sepanjang Bantaran Rel Stasiun Wonokromo

Ini Tanggapan Humas Daop 8 PT. KAI, Terkait Judi dan Prostitusi di Bantaran Rel Stasiun Wonokromo

PT KAI Pemilik Lahan Jadi Kambing Hitam dari Kelakuan Preman dan Oknum

Advertisement Ini Tanggapan Humas PT. KAI, Terkait Judi dan prostitusi di Sepanjang Bantaran Rel Stasiun Wonokromo

Ini Tanggapan Humas PT. KAI, Terkait Judi dan prostitusi di Sepanjang Bantaran Rel Stasiun WonokromoLiputan Indonesia | Surabaya – Kuat dugaan ada oknum yang berkepentingan dan atensi harian dalam Perjudian dan prostitusi stasiun Wonokromo Surabaya menjadi penyebab penyakit masyarakat itu masih berani menggelar judi dan prostitusi semakin terang-terangan.

Tidak hanya adanya oknum dari TNI, Polri dan Satpol-PP pihak stasiun Wonokromo dituding menyewakan lahan untuk akses dan aktifitas tempat perjudian, prostitusi yang sudah puluhan tahun berkiprah menggelar penyakit masyarakat.

“Setelah viral diberitakan dimedia, dan di gerebek Polsek Wonokromo akhirnya tutup sementara, hanya beberapa hari perjudian di stasiun Wonokromo itu tutup, namun bandar tersebut buka agak larut malam. Yang biasanya buka jam 21.00 Wib kini buka pukul 23.00 Wib malam hingga tutup pukul 03.00 pagi dini hari.” Ujar sumber (15/10/19), yang mewanti-wanti namanya enggan disebutkan.

Dirinya juga menyebutkan, kerapnya digerebek sama pihak kepolisian dan berani buka lagi ada penyebabnya. Adanya sewa menyewa lahan kepada pihak stasiun Wonokromo oleh bandar membuat lahan tersebut dimanfaatkan untuk Aktifitas yang salah.

“Kabar pihak bandar dan pengelola prostitusi menyewa lahan itu memang terdengar sejak dulu, dahulu lampu sekitaran bantaran rel kereta api stasiun wonokromo menyala. Namun sejak adanya perjudian dibuka lampu tersebut mati. Itu suatu bukti jika aktifitas perjudian sudah diketahui pihak stasiun selaku pemilik lahan, ada juga matinya lampu tersebut bertujuan agar tidak terlalu nampak didepan umum hingga dibikin gelap,” kata narasumber.

Masih kata sumber, Adanya warung remang-remang itulah alasan lahan itu disewa namun disalah gunakan, bahkan warung tersebut menyediakan minuman beralkohol mulai dari BIR hingga oplosan warung itu menjualnya.

Iklan anda Ini Tanggapan Humas PT. KAI, Terkait Judi dan prostitusi di Sepanjang Bantaran Rel Stasiun Wonokromo

“Dibelakang warung ada tenda-tenda atau bilik kecil untuk menyuguhi para tamu PSK, itupun pihak stasiun mengetahuinya,” tutup sumber.

Humas PT. KAI Daop 8 Gubeng Surabaya Angkat Bicara

Ini Tanggapan Humas PT. KAI, Terkait Judi dan prostitusi di Sepanjang Bantaran Rel Stasiun Wonokromo

Sementara itu pihak stasiun membantah adanya tudingan pihak nya menyewakan lahan kepada para bandar atau prostitusi yang akunya kerap ditertibkan namun tetap beroperasi kembali.

“Kita bersama satpol pp dan kepolisian sering melakukan razia, karena ini perlu koordinasi lintas instansi mas, di obrak kembali lagi, kita bakal tutup, mereka itu bandel mas,” tuturnya.

Lanjutnya, ” Kita sudah berupaya, bersama Kepolisian dan Satpol PP Dalam menertiban kawasan ini. Lalu lahannya kita buat taman dan diberi lampu penerangan. Selang beberapa hari, lampu tersebut dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Lalu perlahan, mereka kembali lagi sambil kucing-kucing dengan aparat, mereka itu mokong mas, kita akan tutup permanen dan akan melakukan pengawasan ketat di sana, justru kita terima kasih telah diberitakan oleh teman teman wartawan, kita jadi tahu dan kita koordinasi dan cari solusi mas,” (14/10/19). Kata Suprapto bagian kehumasan stasiun Surabaya.

Disinggung mengapa pihak stasiun yang memiliki lahan dan lahan tersebut disalah gunakan untuk perjudian dan prostitusi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian baik dari polsek, Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim. Dan akan menutup permanen, melakukan pengawasan maximal kawasan itu,

PT. KAI berkoordinasi kepada pihak kepolisian untuk membackup dan menindak penyakit masyarakat yang berada di atas tanah lahan milik Stasiun Wonokromo guna menutup permanen agar PT. KAI tidak menjadi Kambing Hitam.

Perlu diketahui, meski viral di beritakan dan pihak mabes polri mengetahui perjudian dan prostitusi distasiun Wonokromo, sampai hari ini pantauan wartawan dilapangan aktivitas judi masih beroperasi dan belum ada tindakan dari aparat kepolisian setempat. (one)

Iklan AndaIni Tanggapan Humas PT. KAI, Terkait Judi dan prostitusi di Sepanjang Bantaran Rel Stasiun Wonokromo


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close