Imam Syafi'i Kritisi ‘Pencitraan’ Kepala Bappeko dan Walikota Merasa di Fitnah Putranya Jadi Makelar Perijinan | Liputan Indonesia
Imam Syafi'i DPRD Nasdem Kritisi ‘Pencitraan’ Eri Cahyadi dan Tri Rismaharini Sewot di Fitnah Putranya Jadi Makelar Perijinan

Imam Syafi’i Kritisi ‘Pencitraan’ Kepala Bappeko dan Walikota Merasa di Fitnah Putranya Jadi Makelar Perijinan

Advertisement Imam Syafi'i DPRD Nasdem Kritisi ‘Pencitraan’ Eri Cahyadi dan Tri Rismaharini Sewot di Fitnah Putranya Jadi Makelar Perijinan
Imam Syafi'i DPRD Nasdem Kritisi ‘Pencitraan’ Eri Cahyadi dan Tri Rismaharini Sewot di Fitnah Putranya Jadi Makelar Perijinan
Imam Syafi’i Anggota Foto: DPRD Kota Surabaya dari Partai Nasdem.

Liputan Surabaya – Politisi Partai Nasdem Imam Syafi’i kembali angkat bicara terkait kritikan terhadap salah satu pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Surabaya yang dianggap pencitraan menggunakan kegiatan dinas.

Imam menegaskan kritikan tersebut bukan ditujukan kepada kinerja Walikota Tri Rismaharini melainkan kepada Eri Cahyadi yang berstatus Kepala Bappeko.

“Sekali lagi bukan terhadap kinerja bu Risma tapi salah satu kepala OPD yang dianggap bertindak melebihi kewenangan dalam berbagai kegiatan,” kata Imam Syafi’i kepada wartawan, Jumat (1/11).

Politisi Nasdem yang juga Sekretaris Fraksi Demokrat-Nasdem DPRD Surabaya ini menyoroti sepak terjang Eri Cahyadi karena diprediksi bakal ikut dalam kontestasi Pilwali 2020.

“Ini kan mau Pilwali, saya langsung saja, Kepala Bappeko itu sering offside. Hal-hal yang seharusnya dikerjakan Kepala Dinas, langsung dikerjakan sendiri,” tegas Imam.

Bahkan menurut Imam, manuver Eri Cahyadi diduga memanfaatkan Musrenbang untuk menarik simpati warga.

Iklan anda Imam Syafi'i DPRD Nasdem Kritisi ‘Pencitraan’ Eri Cahyadi dan Tri Rismaharini Sewot di Fitnah Putranya Jadi Makelar Perijinan

“Saya melihat dalam kegiatan Musrenbang juga begitu. Sampai masuk-masuk ke kelurahan segala dan RW-RW. Hanya sampai perencanaan saja. Kalau sudah sampai program atau apa lainnya kan sudah offside,” terang mantan Pemred JTV ini.

Kritik tajam juga disampaikan Imam terkait rangkap jabatan di beberapa dinas Pemkot Surabaya yang bisa menghambat regenerasi pejabat.

“Serangan” Imam Syafi’i juga dilontarkan terkait dugaan adanya mafia perzinan di Pemkot Surabaya.

“Yang saya heran kenapa bu Risma menjawab terkait fitnah dan keterlibatan anaknya. Tidak ada yang menyebut nama anaknya,” kata Imam.

Terkait tuduhan itu, Walikota Tri Rismaharini saat menjawab pandangan fraksi membantah dan menilai bahwa isu itu hanyalah fitnah.

Walikota Risma berharap dirinya tidak terkena fitnah lagi dan jika memang benar ada mafia perizinan, maka dirinya siap bertanggungjawab.

“Bila fitnah itu benar, biar saya dihukum. Tapi kalau fitnah itu tidak benar, saya berharap fitnah itu akan kembali kepada yang memfitnah,” tandas Wali Kota Risma saat itu.

Menurut Risma, pelayanan perizinan dan atau non perizinan terpadu di Kota Surabaya, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menyampaikan, bahwa proses perizinan telah menetapkan asas percepatan, kemudahan, efektifitas, efisiensi melalui Surabaya Single Window (SSW).

“Dimana perizinan tersebut dilakukan secara online,” pungkasnya. (pai/one)

Iklan AndaImam Syafi'i DPRD Nasdem Kritisi ‘Pencitraan’ Eri Cahyadi dan Tri Rismaharini Sewot di Fitnah Putranya Jadi Makelar Perijinan


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close