“Ijin Dishub Bodong” Parkir Wisata Monkasel Tak Aman, Motor Hilang Lepas Tangan

Dibaca: 11747 kali
Foto: Lokasi Wisata Monumen Kapal Selam (Monkasel) Surabaya.

Surabaya – Parkiran Wisata Monumen Kapal Selam (Monkasel) di Jl. Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Genteng, Kota Surabaya, tidak aman dan diduga tak berijin.

Tepatnya Hari Kamis, 20/12/18, sekitar pukul 21.20 WIB malam, adalah hari naas dialami Nuraini alias Nuril (24). Warga Jalan Sidodadi Los A Nomor 170, Surabaya. Betapa tidak, saat keluar dari Plaza Delta Surabaya akan ambil motor di Monkasel bersama suaminya, saat keluar hendak mengambil sepeda motor Scoopy warna creem (putih susu) miliknya, ternyata kendaraan roda dua itu sudah tidak ada di tempat, alias hilang.

Spontan Nur Aini (Nuril) bertanya kepada tukang parkir yang menjaganya. “Lho pak, mana sepeda motorku?,” tanya Nuril kepada tukang parkir. Saat menjelaskan ke awak media.

Namun, dengan enteng tukang parkir paruh baya bernama Sarimin itu mengatakan sudah tidak ada lagi motor yang terparkir, semua sudah keluar, diambil pemilik.

Sontak, Nuril lemas, duduk bersimpuh sambil menangis. Kemudian, diketahui kalau karcis parkirnya memang hilang jadi saat mengambil motor Scoopy nya dia tidak menunjukkan karcis.

Lanjut Nuril, ” Saya parkir di monkasel ini sudah bilang, pak saya parkir gak bawa stnk, sebab saya mau parkir di Delta plaza ditolak,” katanya. Lalu jawab tukang parkir (Sarimin), oh ya gak pa-pa dik, jangan dikunci stir ya, taruh didekat sini saja, jangan jauh-jauh” jawab Sarimin, yang ditirukan oleh Nuril.

Baca:  Kejagung kembalikan berkas kasus pelanggaran HAM berat, bagaimana komitmen Presiden Jokowi?

Tapi, saat hendak ambil Motor karcis nya hilang, Namun hilangnya karcis Nuril bukan menjadi alasan, dia masih memegang kunci motor, BPKB. Dia pun menegaskan, ” Ada yang janggal. Diantaranya saat saya mengorek-ngorek kotak sampah kumpulan kertas karcis parkir tidak ada karcis yang ber nomor polisi L 2029 TJ, yang artinya motor saya keluar halaman parkir tanpa karcis, bisa jadi ini kong kalikong (kerjasama) pencuri dan penjaga parkir untuk mengambil motor, ” ungkap Nuril

Lanjutnya, “Logikanya kalau ada yang keluar termasuk yang bawa motor Scoopy saya, karcis parkirnya pasti ada di tempat itu,” terang Nuril sambil menunjuk tempat sobekan karcis. Kamis, (20/12/18) pukul 22:00WIB.

Hal lain yang janggal, hilangnya karcis Nuril jika ditemukan oleh pengunjung Monkasel pasti akan dikembalikan ke petugas parkir.

Seandainya tidak dikembalikan atau karcis tidak ada yang menemukan, hal yang aneh ‘pencuri’ motor Nuril keluar membawa Scoopy bagaimana caranya?. Ini yang membuat Nuril terheran.

Malam itu, karena tidak mendapat jawaban yang mengenakkan dari tukang parkir. Nuril, dengan dijemput sejumlah saudaranya, memutuskan untuk pulang.

Baca:  Pemkot Surabaya diduga terima uang, Jayanata berani hancurkan ikon sejarah kota pahlawan

Berikut Ciri motor Scoopy milik Nuril, STNK Atas Nama Umar Faruk, warna Cream, Nomor Polisi L 2092 TJ
Alamat STNK Jalan Arimbi 3 No 9D, Surabaya.

Foto: Surat Laporan Kehilangan Motor dari Polsek Genteng Surabaya.

Sementara, selaku pekerja parkir lainnya Suli menambahkan, ” Sudah mas, jangan ramai-ramai dulu, kita laporkan kepada juragan parkir saya H. Hafi, bagaimanapun juga kita laporan dulu, kalau memang keputusannya gimana kita sampaikan,” tambah Suli selaku pekerja sekaligus senior pekerja parkir monkasel.

Perlu diketahui, pihak pengelola parkir Monkasel berkelit dengan ber dalih ” Kalau ada karcis kita bisa mengganti motor itu, namun kalau tidak ada ya maaf kami tidak bisa,” kata H. Hafi melalui Suli. Saat dipertanyakan oleh keluarga Jum’at, (21/12/18).

Terpisah, Saat pihak keluarga mengkonfirmasi ke pengelola tempat wisata Monkasel Pak Sus mengatakan, ” Kami hanya memberikan ijin parkir saja, masalah resiko yang timbul, itu tanggung jawab pengelola parkir, bukan pihak Monkasel mas. Ya kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaanlah, gak usah sampai ramai.” jelas Sus nama panggilan pengelola Wisata Monkasel Surabaya.

Baca:  Kematian Tukang Sapu Di Jembatan Tol Suramadu, Belum Terungkap

Akhirnya Korban memutuskan melaporkan ke Polsek Genteng Surabaya, karena merasa di ulur-ulur dan berjanji akan dipertemukan dengan pengelola parkir Monkasel, ditengarai bernama H. Hafi, ” Jangan lapor dulu mas, kita tunggu lah juragan saya, karena juragan saya di Madura,” tutup Suli selaku penjaga parkir.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak Pengelola Parkir Monkasel seokah olah acuh dan tidak bertanggung jawab. (one)