I Wayan Titip Sulaksana: Ketua Panitia ‘Surabaya Membara’ Terancam di Penjara

0
Dibaca: 1259 Kali

Foto: I Wayan Titip Sulaksana Pakar hukum pidana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Surabaya – Pakar hukum pidana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya I Wayan Titip Sulaksana menyatakan, penaggung jawab atas Insiden tewasnya tiga orang penonton yang terpelanting dari viaduk dan terlindas kereta api, saat menyaksikan teatrikal dan drama kolosal Surabaya membara pada Jumat malam (9/11/2018) adalah panitia pelaksana.

Untuk itu, Kata Wayan Titip. Panitia pelaksana dapat dikenakan jeratan dengan sangkaan pasal 359 Jo pasal 360 KUHP tentang perbuatan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia (mati).

“Ketua Panitia pelaksana harus bertanggung jawab, dapat dikenakan pelanggaran pasal 359 Jo pasal 360 KUHP, artinya terancam di penjara” terangnya, Sabtu (10/11/2018).

Dijelaskan Wayan Titip, terdapat 3 alasan kuat untuk menjerat pelaksana kegiatan sesuai pasal yang diancamkan. Yang pertama, kata dia. Panitia pelaksana tidak melakukan koordinasi dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan yang kedua pihak panitia tidak merancang dengan benar akan jaminan keselamatan para penonton. Yang terakhir tidak mengantongi ijin dari pemerintah kota (pemkot) Surabaya.

“Event ini dilakukan di luar ruang (out  door), Tahun lalu, banyak penonton yang menyaksikan dari atas viaduk, kebetulan saat itu tidak ada Kereta Api lewat” paparnya.

Baca juga:  Mengaku Pengembang Tanah Kavling Taman Sidoarjo Dilaporkan Polisi

Hal senada juga dinyatakan oleh humas PT Kereta Api Indonesia Daop 8 wilayah Surabaya, Gatot Sutiyatmoko. Menurutnya, panitia event sebelumnya tidak berkoordinasi dengan pihak KAI adanya penonton yang menaiki viaduk hingga membahayakan keselamatan orang lain.

“Jalur itu adalah jalur aktif, yang setiap hari di lewati oleh kereta api sebanyak 8-10 kereta. Masinis sudah melakukan upaya, baik itu semboyan 35 (Bel lokomotif) bahkan mengurangi kecepatan.” Terang Gatot.

Sementara itu, Penanggung jawab kegiatan teatrikal dan drama kolosal Surabaya membara, Taufik Hidayat alias Taufik Monyong. Telah diperiksa oleh penyidik Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, pada Sabtu (10/11/2018).

Pemeriksan itu merupakan pemeriksaan ke-dua setelah ia dan dua orang rekannya diperiksa pada Jumat malam (9/11), pasca terjadi insiden tewasnya 3 orang karena terpelanting dari viaduk (jembatan) perlintasan Kereta Api, saat menyaksikan drama kolosal Surabaya membara. (red)