Hasto: Hasil Survei Mencapai Situasi ‘Steady State’, Arah Kemenangan 01 Makin Pasti

Dibaca: 1384 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Liputan Indonesia, Jakarta – Mengomentari berbagai survei yang dilakukan oleh lembaga survey nasional yang kredibel seperti Indikator Indonesia, SMRC, LSI, Populi, Charta Politika, Polmark, Litbang Kompas, Roy Morgan, dan lain lain, Tim Kampanye Nasional 01 Jokowi-Amin menggambarkan tercapainya situasi ‘steady state’ dengan trend cenderung flat.

“Kampanye yang panjang menjadikan die-hard kedua Paslon 01 dan 02 mencapai kondisi maksimum. Dinamika politik ditentukan gerak pemilih mengambang dan pemilih yang belum mengambil keputusan dengan jumlah yang kian mengecil, dan sulit mengejar selisih Jokowi-KH Maruf Amin yang berada antara 13.5 hingga 26 persen di atas Prabowo-Sandi,” jelas Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, debat cawapres yang diharapkan oleh Tim 02 sebagai daya leverage terhadap Prabowo-Sandi ternyata berakhir anti-klimaks. Kepiawaian KH Ma’ruf Amin dalam karakter otentik sebagai ulama bersarung, mampu menghadapi Sandiaga Uno yang terkesan mendaur ulang ide lama seperti OK-OCE.

“Praktis daya dukung Sandi saat debat hanya tampilan jas mahal yang justru menjadi kontras dengan sosok ulama yang sederhana. Begitu kuatnya kharisma Kyai Ma’ruf sehingga praktis Sandi memiliki hambatan untuk menyampaikan gagasan besar yang segar,” papar Hasto. Hasilnya, Kyai Maruf menampilan berbagai terobosan yang bersemangat muda, seperti opera house, 10 years challenge, kehadiran decacorn dan lain sebainya.

“Terbukti kualitas pemimpin ditentukan pada karakter dan kematangan jiwa, bukan pada penampilan fisik,” tegasnya.

Terkait hasil survei terakhir Litbang Kompas juga menunjukkan hal yang tidak jauh berbeda, sehingga Hasto tetap menyembulkan rasa optimisme.

“Perkiraan hasil mencapai 56.8 persen utk Jokowi-KH Ma’ruf Amin dibandingkan Prabowo-Sandi 43.2 persen sebagai gambaran pematangan maksimum pendukung die-hard masing-masing paslon. Seluruh Parpol Koalisi Indonesia Kerja pasca konsolidasi dengan para kepala daerah, wakil kepala daerah, dan pimpinan DPRD semakin memerkuat gerak teritorial guna memertebal selisih kemenangan bagi Jokowi-KH Maruf Amin,” ungkapnya.

Baca juga:  Pelaku Tabrak Lari Kebal Hukum, Perampasan Kamera Wartawan Tidak Berujung Selesai

Pada kesempatan terpisah, Jokowi menganggap survei Kompas sebagai ‘alert’ atau peringatan yang positif.

“Ya itu, justru kalau saya hasil yang baik justru bisa melemahkan kita, justru menjadikan kita tidak waspada,” kata Jokowi di Sekretariat DPD PDIP DKI Jakarta, Jl Tenet Raya, Jakarta Selatan, Rabu, 20 Maret 2019.

Jokowi mengatakan hasil survei yang tidak baiklah yang justru bisa menjadi pemicu semangat timnya bekerja lebih baik di lapangan. Apalagi waktu pencoblosan terhitung tidak lebih dari sebulan lagi.

“Tetapi hasil survei yang tidak baik atau kecil malah mendorong-memicu seluruh relawan dan kader untuk bekerja lebih militan lagi,” kata Jokowi. (*)

ca-pub-2508178839453084