Hak Jawab CEO MMA Grup Tentang Proyek Bodong, Berikut Isinya | Liputan Indonesia
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Hak Jawab CEO MMA Grup Tentang Proyek Bodong, Berikut Isinya

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
Dok, foto berkas

Liputan Indonesia || Surabaya – Laporan Rudi Widjaja ke Polrestabes Surabaya terkait dirinya merasa ditipu Rp.340 juta oleh CEO MMA Grup Toni Suhartono (Gus Toni), dan telah diberitakan di media ini pada tanggal 9 Oktober 2019 dengan judul “Janjikan Proyek,Toni CEO MMA Group Tipu Dengan Cek Bodong”. Toni Suhartono melayangkan hak jawab ke media ini.

Berikut hak jawab yang telah diterima redaksi –Pertemuan pertama antara Toni Suhartono dengan Rudi Widjaja di bulan Desember 2018 di kantor MMA Jalan Gema Insani nomer 37A RT. 002 / RW.021 Kelurahan Abadijaya Kecamatan Sukmajaya Kota Depok.

CEO MMA Group Toni Suhartono mengatakan, bermula dari pertemuan kami berlanjut kepada proyek pertama berupa pekerjaan hunian tetap type RISBA di Lombok Utara. Terkait proyek ini, ada biaya yang harus ditanggung bersama dan itu sudah menjadi kesepakatan bersama.

“Ada 2 kontraktor yang diusung MMA untuk pekerjaan proyek ini yaitu Prasetyo Yogo dan Rudy Widjaja. Perlu dipahami, untuk proses pekerjaan ini memerlukan waktu beberapa bulan. Alhamdulillah, 2 kontraktor ini telah mendapatkan proyek ini,” tuturnya. Selasa (22/10/2019)

Lanjut Toni, berjalannya waktu Prasetyo Yogo mengirimkan besi yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Akhirnya Prasetyo Yogo tidak melanjutkan pekerjaan, dan kerugian di lanjutkan oleh MMA / Toni Suhartono pada bulan Juli 2019 hingga sekarang sudah 90 persen.

“Sementara, Rudy Widjaja tidak melanjutkan pekerjaan karena harga yang tercantum di RAB tidak masuk. Dalam proses mendapatkan pekerjaan saudara Rudy Widjaja sudah habis Rp. 190 Juta. Pembayaran dilakukan dengan bertahap dan sistem transfer,” ungkapnya.

Iklan anda , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Menurut Toni, proyek kedua di bulan April 2019 berupa pengadaan sarung sejumlah 20 juta pcs sarung. Proyek ini dari Mardiana dan Ibu Yuni Huang. Setelah dicek kevalidannya, rekan saya Ahmad membenarkan adanya proyek ini dan menjamin sarung tersebut ada.

“Kemudian rekan Ahmad mengatakan kepada saya untuk proyek sarung ini diperlukan Rp. 400 juta. Tanggal 10 April 2019, saya menawarkan proyek kerjasama kepada Rudy Widjaja dengan bentuk simpan meminjam dan dikonter dengan cek tunai Mandiri senilai Rp.150 juta dan Rudy menyetujui,” jelasnya.

Toni menambahkan, karena tanggal 11 April 2019, pembeli mengejar sarung tersebut maka saya membayar dengan dana pribadi Rp. 250 juta dan sisanya menggunakan uang kas MMA Depok. Semua kami serahkan ke saudara Ahmad dan rencananya akan transaksi ditanggal 11 Oktober 2019.

“Saat tanggal 11 April itu saya sepakat kontrak dengan Ibu Yuni Huang di kantor MMA Depok, tidak lama kemudian bapak Rudy datang kekantor MMA Depok. Rudy Widjaja datang kekantor untuk menyerahkan uang tunai senilai Rp. 150 juta untuk dipinjamkan kepada saya. Dan saya ganti dengan Cek Tunai dari Bank Mandiri nomer HP 022526 dengan jatuh tempo yang saya kosongkan menyesuaikan tanggal pembayaran atas transaksi sarung tersebut dengan ibu Yuni Huang,” paparnya.

Terakhir saya sampaikan, namun setelah saya menerima fotocopy cek tunai dari Imam Rochadi ternyata tanggal yang tertulis dalam cek adalah tanggal 29 Mei 2019, saya tidak pernah menulisnya. Rudy Widjaja memang telah mentransfer ke saya senilai Rp. 100 juta dan Rp.50 juta, semua dilakukan di kantor MMA Group Depok.

“Di tanggal yang sama 11 April 2019, saya menunggu kedatangan pak Ahmad di kantor MMA Depok. Untuk mengantarkan ke gudang yang sudah saya beri pengeblokan hingga sampai pada tanggal 12 April 2019, pak Ahmad tidak kunjung datang. Akhirnya saya baru sadar bahwa saya telah tertipu, dan saya menyampaikan ke saudara Rudy Widjaja kalau saya kemungkinan tertipu,” bebernya.

Selama proses pengembalian, saya berupaya untuk komunikasi yang baik dengan saudara Rudy Widjaja. Dan terakhir janji saya pada bulan September 2019 hingga waktu maksimal pertengahan bulan Oktober 2019 atau tanggal 15 Oktober 2019. Saat hari yang ditentukan, saya meminta saudara Rudy Widjaja untuk mencairkan Cek Tunai dari Bank Mandiri nomer HP 022526 dan janji saya tidak akan di tolak oleh Bank. Saudara Rudy Widjaja tetap mendesak sebelum tanggal 15 Oktober 2019.

Sebelum jatuh tempo, yang sudah saya janjikan kepada saudara Rudy Widjaja. Saya mendapat informasi laporan di Polrestabes Surabaya sebagaimana Surat Tanda Terima Laporan Polisi tertanggal 09 Oktober 2019. Nomor STTLP /B/ 895/X/Res. 1.11/ 2019/ JATIM/ RESTABES/ SBY dari media online dan grup WA mengaitkan Jokowi Center yang akan melaksanakan acara Syukuran. (Tjn/*)

Klik Link Berita sebelumnya

https://www.liputanindonesia.co.id/janjikan-investasi-proyek-ceo-mma-grup-di-polisikan.html

Iklan Anda, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close