Hacker Klaim Retas dan Jual 13 Juta Data Pengguna, Bos Bukalapak Bantah Situsnya Dibobol

Dibaca: 1152 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia
Hacker Klaim Retas dan Jual 13 Juta Akun Pengguna Bukalapak.

Jakarta – Hacker menyebut dirinya Gnosticaplayers telah menjual jutaan data akun situs terkenal, dari hasil curiannya di dark web. Diantaranya situs Indonesia yakni Bukalapak.

Sebanyak 13 juta data pengguna Bukalapak dikabarkan dicuri hacker asal Pakistan bernama Gnosticplayers. Dikutip dari laman TheHackerNews, Senin (18/3), hacker tersebut mengklaim telah meretas puluhan situs populer dan menjual hasil retasannya di dark web. Nama Bukalapak masuk ke dalam daftar situs yang diretas tersebut.

Gnosticplayers mengaku telah meretas 890 juta akun pengguna dari 32 situs populer beberapa waktu lalu. Data yang diperolehnya kemudian dijual pada enam dark web dalam empat putaran. Tiga putaran di antaranya telah dilakukan bulan lalu pada dark web bernama Dream Market.

Pada putaran pertama, Gnosticplayers mengaku menjual 620 juta akun dari 16 situs. Kemudian dilanjutkan lagi dengan menjual 127 juta akun dari 8 situs dan ketiga dengan penjualan 92 juta akun dari 8 situs.

CEO Bukalapak Ahmad Zaky. (Dok. JawaPos.com)

Hacker tersebut mengaku sedang bersiap untuk menjual 27 juta akun pengguna yang berasal dari 6 situs lainnya pada putaran terakhir. Adapun hacker ini menjual masing-masing database curian secara terpisah di situs Dream Market. Bila ditotal, harganya mencapai 1,2431 bitcoin atau setara dengan USD 5.000 atau Rp 72 jutaan.

Berkenaan dengan hal tersebut, pihak Bukalapak membantah situsnya telah diretas. CEO Bukalapak Achmad Zaky menyebut informasi tersebut tidak benar alias hoax. “Itu kejadian lama,” katanya kepada JawaPos.com.

Menurut dia, Bukalapak memang sempat di-hack pada 2017 lalu. Namun, hal itu sudah bisa ditangani dengan baik dan tidak ada kebocoran data. Tidak ada data penting seperti user password, finansial atau informasi pribadi lainnya yang berhasil diambil pelaku. “Dari 2017 ke sini kita nggak ada kejadian (peretasan) lagi,” terang Zaky.

Baca juga:  31 Siswa Pengguna Pil Koplo SMPN 31 Surabaya, Di Tetapkan Hanya 2 Tersangka

Sementara itu, Intan Wibisono selaku Head of Corporate Communications Bukalapak menerangkan, Bukalapak selalu meningkatkan sistem keamanan di platform-nya. Hal ini guna memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna Bukalapak. Termasuk memastikan data-data penting pengguna tidak disalahgunakan.

Dia mengakui bahwa upaya peretasan seperti ini memang sangat berpotensi terjadi di industri digital. Bukalapak pun selalu mengimbau para penggunanya untuk lebih memperhatikan keamanan bertransaksi. “Ganti password Anda secara berkala serta aktifkan Two-Factor Authentication (TFA) yaitu fitur untuk mencegah jika ada penggunaan atau penyalahgunaan data penting dari device yang tidak dikenali,” jelasnya. Dikutip dari Jawapos.com.

Dia juga menyarankan pengguna untuk menjaga kerahasiaan password dan menggunakan security guide yang sudah disediakan Bukalapak. “Bukalapak akan selalu bekerja sama dengan para pengguna kami, demi kenyamanan mereka selama bertransaksi,” pungkasnya. (red)

ca-pub-2508178839453084