Gudang Daur Ulang Minyak Goreng, LEPAS Pantauan Polsek Prambon

Dibaca: 158 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia


Surabaya, Liputan Indonesia – Maraknya pelaku usaha yang bermain curang dengan meraup keuntungan untuk menjalankan hasil yang besar, di sektor hukum Polsek Prambon Sidoarjo terdapat gudang penyimpanan minyak goreng bekas di Desa Cankring, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (20/10/2016).

Kepala Polsek Prambon dikonfirmasi bersama beberapa awak media mengatakan, dirinya tidak mengetahui adanya tempat pergudangan penyimpanan minyak goreng bekas.

” Minyak goreng itu tempatnya saja saya tidak tahu, tetapi coba nantinya saya akan melakukan lidik terlebih dahulu “, Ungkapnya, (20/10).

Penyimpanan minyak jelantah (Bekas minyak goreng) yang berada di Wilayah Prambon, menurut keterangan ML dan beberapa warga mengatakan, diduga tempat pembuatan daur ulang minyak jelantah.

” Didalam sini berisi Drum-drum minyak jelantah banyak, didalam tempat pengelolaan juga, nantinya bisa di jual lagi ” Katanya, (disamarkan, Red).

Dari lokasi tumpukan Drum liter minyak goreng bekas yang tersimpan dalam gudang serta ada tempat jerigen minyak yang sudah didaur ulang.

ML menuturkan lokasi tersebut sudah beroperasi sudah lama. Warga sekitar merasa curiga karena sering keluar-masuk kendaraan, minyak goreng bekas itu diolah kembali lalu dibersihkan.

” Saya sendiri tidak tahu menahu, sudah berapa lama berdiri disini. sehingga ketika aktifitas langsung mengeluarkan bau yang tidak sedap, kemungkinan langsung di kirim ke toko-toko atau pengepul “, Katanya ML.

Satuji menambahkan, apabila benar menemukan hal itu, silahkan di beritakan saja.
” Silahkan beritakan yang besar, biar tahu semua dan silahkan laporan ke Polres Sidoarjo atau ke Polda Jatim “, Imbuhnya dengan nada menantang.

Sekedar mengetahui jaringan penjualan minyak daur ulang tersebut dapat dikenakan pidana. Jika terbukti maka pelaku akan di jerat UU Pangan No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dan UU No 18/2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara atau denda Rp 100 miliar. (Red/Tim).

Baca juga:  Diduga Korupsi, Makan Lansia dan Dapur RW.09 Kapasan Surabaya Perlu di Sidak
ca-pub-2508178839453084