Gubernur Jatim Gelorakan Semangat Anti Narkoba

Surabaya, – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo menggelorakan semangat anti narkoba di hadapan puluhan ribu siswa-siswi sekolah, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda, serta masyarakat dalam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2017 di Halaman Makodam V/Brawijaya, Kamis (13/7) malam.

“Mari kita bersama-sama berdiri dan mengangkat tangan untuk menggelorakan semangat anti narkoba. STOP Narkoba. Sekali lagi, STOP Narkoba!!” kata Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim yang langsung disambut teriakan “STOP Narkoba” secara kompak dari seluruh hadirin.


Pakde Karwo mengatakan, salah satu penyebab narkoba bisa beredar di Indonesia, khususnya di Jatim karena barang haram tersebut dapat merusak generasi muda sehingga melemahkan kekuatan bangsa. Karena itu, semangat anti narkoba harus terus digelorakan di seluruh penjuru negeri.

“Di dunia ini, tidak ada yang berani melawan kekuatan militer kita, karena itu musuh paham bahwa yang harus dirusak adalah generasi muda, salah satunya lewat narkoba. Karena itu, kita harus lawan!! Semuanya sanggup?” tegas Pakde Karwo dengan berapi-api sambil mengepalkan tangannya. Seluruh hadirn pun menjawab “sanggup”.

Minta Seluruh Pihak Berantas Narkoba

Masih menurut Pakde Karwo, upaya melawan narkoba itu tentu membutuhkan bantuan dan kerjasama dari seluruh pihak. Karena itu, Pakde meminta kepada Kepala BNN, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda, Kajati, Pangarmatim, siswa-siswi, dan orang tua wali murid untuk bahu-membahu memberantas narkoba.

Baca:  Pakde Karwo Berangkatkan Pemudik Gratis Via Kereta Api

“Kepada Pangdam, kami minta bantuannya untuk mengerahkan tentara untuk menjelaskan bahaya narkoba pada masyarakat. Pak Kapolda, tembak saja para pengedar narkoba. Pak Kajati, jika ada tersangka narkoba maka langsung ditahan saja. Pak Pangarmatim, tenggelamkan saja kapal yang membawa narkoba. Kepada siswa-siswi, anda adalah relawan Anti Narkoba, dan kepada orang tua, saya titip awasi anak-anak anda” katanya.

Berikan Penghargaan kepada Pegiat Anti Narkoba

Sebelum memberikan sambutan, Pakde Karwo berkesempatan memberikan beberapa penghargaan kepada para pegiat anti narkoba di Jatim.

Diantaranya, Pemerintah Kota Batu (kategori pemerintahan). PT PP Properti (kategori perusahaan). Granat (kategori komponen masyarakat). Zainul Arifin (kategori perorangan). SMP Hang Tuah 5 Sidoarjo (kategori pendidikan).

Sedangkan penerima PIN relawan P4GN dalam rangka HANI 2017 yakni, Eric Susanto dari Kab Blitar. Mulyadi dari Kab Lumajang. Eko Hariyanto dari Kota Mojokerto. Sri Minarni daro Kab Nganjuk. Catur Santoso dari Kab Tulungagung. Sumarno dari Kota Malang. Syaiful Hadi dari Kab Trenggalek. RR Rina Ummu Hani Assalamah dari Kab Ponorogo. Laurensia Andry Kristanty Handoyo dari Kota Surabaya. M Arifin dari Kota Surabaya dan Juni Kiswanto dari Kab Mojokerto.

Baca:  Kolaborasi RSUD Dr. Soetomo dan FK UNAIR Tingkatkan Layanan Kesehatan

900 Ribu Orang di Jatim Terjangkit Narkoba

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, Fatkhur Rahman mengatakan, peredaran narkoba sudah semakin parah di Jatim. Dari total penduduk sekitar 40 juta jiwa, tercatat sebanyak 2,2 persennya, atau sekitar 900 ribu orang di Jatim yang terjangkit narkoba.

Kondisi itu diperparah dengan peredaran jenis narkotika baru yang kian marak. Saat ini terdapat 643 jenis zat narkotika di dunia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 44 jenis telah masuk dan beredar di Indonesia. Terdapat puluhan jenis lainnya yang sampai saat ini masih dalam proses analisa.

“26 jenis lainnya masih dalam proses pembahasan aktif antara BNN bersama Kementerian Kesehatan dan instansi terkait lainnya. Untuk menumpas narkoba, kami tidak bisa bekerja sendiri karena keterbatasan sarana prasarana dan SDM. Jadi, mari kita lawan narkoba bersama-sama.” pungkasnya.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko. Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin. Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim Maruli Hutagalung. Pangarmatim. Pejabat Bank Indonesia di Surabaya. Pangkotama. Serta pejabat dari kalangan TNI, Polda Jatim, sipil, serta puluhan ribu pelajar. (one/adit).

Bagikan berita ini

Baca Lainnya: