GJI Jatim: Polisi Harus Usut Tuntas Penyerangan Kantor Pusat Kami

0
Dibaca: 1248 Kali

Surabaya – Terjadinya penyerangan dan pengrusakan yang dilakukan segerombolan orang dan diduga menggunakan atribut FPI ke Kantor DPN GJI Pusat Jakarta pada Sabtu 1 Desember 2018, akhirnya membuat puluhan Elemen yang tergabung dalam DPD Gerakan Jaga Indonesia (GJI) Jawa Timur, mengadakan konferensi pers dengan menyatakan 3 pernyataan sikap buntut dari ulah tersebut.

Dalam pernyataan sikapnya yang pertama, Rony Aritonang yang juga selaku Sekretaris DPD GJI Jatim mengatakan, bahwa penyerangan dan pengrusakan kantor GJI yang berada di Jl. Penjernihan 1/50 Jakarta Pusat benar-benar sangat meresahkan keamanan. Untuk itu, petugas harus secepatnya mengusut tuntas terkait penyerangan yang dilakukan oleh oknum ormas yang sebagian diduga beratribut FPI.

“Meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas pelaku penyerangan dan pengrusakan di Kantor DPN GJI Jakarta,” ucapnya pada wartawan di Sekretariatan DPD GJI Jawa Timur, Senin (3/12) malam.

Kedua, Rony meminta agar semua elemen yang tergabung dalam Gerakan Jaga Indonesia (GJI) khususnya di Jawa Timur tidak terprovokasi atas ulah oknum yang merusak keutuhan NKRI.

Baca juga:  Karo Humas Pemprov. Jatim: Tidak Benar Kadiskanla Sebagai Tersangka

“Menyerukan kepada seluruh anggota GJI Jatim agar tidak terpancing dengan gerakan anarki yang dilakukan oleh gerombolan yang menyerang dan merusak Kantor DPN GJI Pusat Jakarta,” cetusnya.

Sebagai Gerakan Jaga Indonesia, Rony menambahkan, tidak ingin ada pemahaman maupun ideologi yang bisa mengancam keutuhan NKRI.

Demi menjaga NKRI, Rony Aritonang menegaskan, Gerakan Jaga Indonesia akan selalu berada di garis perjuangan untuk menolak secara tegas pemahaman radikalisme dan intoleransi yang masih berada di Indonesia.

“Menyerukan terhadap seluruh anggota GJi Jatim agar tetap selalu menyuarakan kepada masyarakat dengan tegas menolak dan melawan Intoleransi maupun Radikalisme serta paham khilafah, HTI dan kroninya demi keutuhan NKRI,” tutupnya.

Perlu diketahui, kejadian itu bermula pada hari Sabtu, sekitar pukul 18.00 wib. Segerombolan orang yang sebagian diduga memakai atribut FPI masuk ke dalam halaman kantor GJI Pusat Jakarta berteriak meminta agar GJI bubar. Bahkan, sebagian orang juga ada yang merusak barang yang ada di lokasi.

Berselang kemudian, pada pukul 21.00 wib segerombolan oknum kembali datang dan dari sebagian orang ada yang membawa senjata tajam untuk melakukan penyerangan lagi. Akhirnya penyerangan itu berhasil dihadang oleh aparat dan berhasil dibubarkan hingga dini hari. (Red)

Baca juga:  OTT KPK, Inneke Koesherawati dan Kalapas Sukamiskin Diamankan

Hak Jawab | Koreksi

Please enter your comment!
Please enter your name here